Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sumba Timur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bupati Lamandau Pimpin Simulasi Berladang dengan Cara Membakar

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 15 Oktober 2020 - 19:41 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Hendra Lesmana memimpin simulasi berladang dengan cara membakar berbasis kearifan lokal di Desa Batu Hambawang, Kecamatan Sematu Jaya, Kamis 15 Oktober 2020.

Simulasi ini sebagai upaya mensosialisasikan tata cara berladang yang baik dan benar yang didasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan. 

Dengan adanya simulasi ini Bupati Hendra berharap masyarakat Lamandau tidak lagi gamang dan bingung membedakan antara penggarapan lahan dengan cara bakar lahan yang dilarang dan yang diperbolehkan.

Mengutip beberapa poin-poin intisari pada Perda Provinsi Kalteng nomor 1 Tahun 2020 tentang pengendalian kebakaran lahan, Bupati Hendra juga menjelaskan soal Pencegahan yang dijelaskan di pasal 5 dan 6 ditegaskan bahwa penggarapan lahan dengan cara dibakar tidak boleh dilakukan di lahan gambut. Tarangan itu mutlak tanpa ada alasan apapun. 

"Membakar lahan di lahan bukan gambut dan bukan hutan berbasis kearifan lokal (dibakar) hanya boleh dilakukan oleh petani atau peladang anggota masyarakat hukum adat. Kemudian luasannya tidak lebih dari 1 hektare per-KK (Kepala Keluarga), serta lahan yang digarap dengan kearifan lokal itu hanya untuk tujuan ditanami padi dan atau tanaman pangan semusim," jelasnya. 

Adapun beberapa teknis penggerapan lahan berbasis kearifan lokal harus diawali pendataan oleh kedemangan, sehingga petani atau peladang yang akan berladang harus melapor terlebih dulu ke pemerintah desa.

Sehingga nantinya lahan yang dilaporkan diinventarisir oleh kedemangan dan pihak terkait lainnya. Kemudian waktu membakar ladang juga diatur dan ditentukan menyesuaikan jadwal, menyesuaikan kondisi cuaca dan berbagai ketentuan lainnya. 

Simulasi ini juga dihadiri Kapolres Lamandau, Dandim 1017 Lamandau, Kajari Lamandau, Manggala Agni Pangkalan Bun dan berbagai pihak lainnya.

Bupati menyebut simulasi ini dalam rangka menyamakan persepsi tentang tatacara penggarapan ladang berbasis kearifan lokal yang baik dan benar, sehingga membuat masyarakat khususnya petani dan peladang di Lamandau betul-betul merasa aman dan dilindungi.

"Hasil evaliasi kita selama ini, yang terjadi kebanyakan para petani dan peladang kita itu takut dan bingung soal menggarap ladang dengan sistem bakar seperti apa yang dibolehkan itu, sehingga banyak yang hanya bakar ladang kemudian setelah itu ladangnya ditinggal pergi karena takut (ditangkap), karena apinya ditinggal maka api tidak terkendali dan merembet tidak terkontrol. Makanya dengan simulasi ini kita samakan persepsi. Petani dan peladang tidak usah takut, tetapi ingat patuhi semua ketentuannya," jelasnya.

Berita Terbaru