Sungai Tabuk Diproyeksi Menjadi Kampung Wisata

  • 23 Juli 2015 - 10:33 WIB

DESA Sungai Tabuk, Kecamatan Pantai, Kabupaten Sukamara mempunyai pariwisata andalan berupa pantai pasir putih.

 Pantai Anugerah sudah menjadi brand bagi warga Sukamara dan sekitarnya. Keberadaan Pantai Anugerah yang masuk dalam administrasi Desa Sungai Tabuk ini membawa keuntungan ekonomi bagi warga desa.

Untuk itu pemerintahan desa setempat akan memproyeksikan menjadi Kampung Wisata di Kabupaten Sukamara. Untuk merealisasikan hajat tersebut, beberapa waktu lalu, pemerintah daerah melalui SKPD-nya telah melakukan studi kelayakan dengan melakukan penelusuran.

 Salah satu penelusuran yang dilakukan oleh Bapedda adalah dengan menyusur daerah sungai Pinang yang terkenal dengan kealamian hutan mangrovenya. Menurut Kepala Desa Sungai Tabuk, Sudarmono, hutan Magrove masih menjadi daya tarik wisata yang mampu dijual kepada wisatawan. Selain itu yang dapat dikembangkan menjadi aset adalah wisata kuliner.

“Desa Sungai Tabuk juga akan memanjakan para penghobi mancing, Pasalnya pantai Anugerah kaya dengan hasil lautnya. Pasir pantai putih dan pohon-pohon cemara, semua itu dapat kita tawarkan kepada wisatawan,” kata Sudarmono, beberapa waktu lalu.

Diakui Darmono, Pantai Anugerah masih minim dengan fasilitas, namun langkah-langkah peningkatan fasilitas sudah dilakukan. Salah satunya dengan upaya mengajukan permohonan dengan proposal kepada provinsi.

Pada saat itu diupayakan untuk masuk dalam salah satu program nasional PNPM Provinsi khusus bidang pariwisata. Rencananya dianggarkan sebesar Rp700 juta untuk pembangunan Gazebo, air bersih, ruang parkir, panggung dan permainan outbond.

“Sayangnya rencana tersebut terkendala dengan akan di hapuskannya PNPM sehingga rencana tersebut tidak dapat berjalan.”

Kemudian kata dia, upaya merealisasikan desa Sungai Tabuk menjadi kampung wisata berdasarkan pertimbangan potensi wisata.

Angka kunjungan ke Pantai Anugerah pada liburan biasa bisa mencapai 300 orang. Jumlah tersebut akan meningkat saat liburan hari-hari besar.

 “Angkanya bisa meningkat signifikan bisa mencapai 2.000-an orang. Kalau liburan biasa yang datang adalah para pekerja sawit.” (*/B-7)


TAGS:

Berita Terbaru