Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Mamuju Tengah Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Sengketa Lahan, Kakak Sesalkan Adik Iparnya Main Klaim

  • Oleh Naco
  • 19 Oktober 2020 - 17:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Darung menyanyangkan adik iparnya berinisial HI lantaran mengklaim tanah yang sudah dijualnya kepada Rantau S, Ketua Kelompok Tani Hapakat Bersama.

Itu dikemukakannya saat sidang pemeriksaan setempat atas perlawanan kelompok Fatmi Juwaida, Sunadi, Rinie Windari dan Auri, Senin, 19 Oktober 2020.

Dia menyebutkan pemilik lahan itu awalnya. Lahan itu digarap kelompoknya dan dijual kepada Rantau. Namun belakangan diklaim HI yang dijual kepada Sunadi Cs.

"Saya garap lahan sejak tahun 1990 bersama teman yang lain, tidak ada dia ini saat itu. Tapi belakangan mengapa diklaim lagi, padahal jelas itu lahan saya," ucapnya.

Bahkan dia sampai kelelahan menghadapi gugatan itu hingga jadi saksi beberapa kali sejak kasus perdata sampai kini perlawanan yang diajukan kelompok H Ihak tersebut.

"9 kali ini sudah saya jadi saksi, belum lagi bolak balik turun pemeriksaan setempat ini, maksud saya sudahlah. Semua orang tahu kalau lahan ini dulu saya yang menggarapnya, punya saya," tegasnya.

Dalam kasus ini ada 10 orang yang mengajukan perlawanan. Di antaranya pelawan dalam kasus ini H Ihak Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, serta pemilik lahan lainnya M Guntur, Hartoyo, Sutirah, Sunadi, Rini Windari, Fatmi Juwaida, Fitriah, Waren dan Marliana Indar, dengan terlawan Ketua Kelompok Tani Hapakat Bersama Rantau Sepan.

Adapun sidang pemeriksaan setempat yang dipimpin oleh Muslim Setiawan ini mengecek lahan klaim pihak Fatmi, Sunadi, Auri dan Rini. 

Sementara perlawanan Guntur sudah dinyatakan tidak dapat diterima hakim pada sidang sebelumnya. Sementara lainnya untuk pemeriksaan setempat akan digelar pekan depan dengan majelis hakim yang diketuai Darminto Hutasoit.

"Saat ini yang sudah kita cek dan ambil titik-titiknya punya pihak yang mengajukan perlawanan Sunadi, Fatmi, Rini, terhadap pak Rantau," tegas Muslim Setiawan.

Tidak hanya mengambil titik yang diklaim pelawan, areal yang jadi objek milik Rantau berdasarkan putusan perdata yang berkekuatan hukum tetap juga diambil titik koordinatnya oleh majelis hakim. (NACO/B-11)

Berita Terbaru