Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Belu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ketua PWI Kalteng: Pemred Kunci Media Bisa Berkembang

  • Oleh Budi Yulianto
  • 21 Oktober 2020 - 16:25 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemimpin redaksi atau Pemred memiliki tugas dan tanggung jawab penuh atas konten yang diberitakan. Tidak sekadar itu, tugas Pemred juga dinilai harus mampu menghadapi tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. 

"Tantangan media kedepan yang di depan mata sebetulnya hoaks (berita bohong). Nah pemred merupakan kuncinya. Mereka pemegang kebijakan bagaimana meluruskan informasi yang tidak benar," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kalteng Haris Sadikin, Rabu, 21 Oktober 2020. 

Haris menyampaikan hal itu seusai kegiatan diskusi forum pemimpin redaksi. Temanya menjawab tantangan perkembangan era teknologi 4.0 melalui diskusi bersama untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi media massa. 

Haris melanjutkan, kabar berita hoaks yang kadang bertebaran di media sosial harus dilawan. Ia juga menyarankan untuk tidak menjadikan medsos sebagai sumber informasi utama. Apalagi jika tidak ditelusuri malah justru rawan ikut serta menyebarkan hoaks.

"Biasanya karena menarik terus di follow-up. Ya apa bedanya dengan medsos kalau begitu. Nah disinilah  Pemred memiliki kebijakan supaya tidak menjadikan medsos sebagai informasi utama," ungkap Haris. 

Menurutnya, dalam menghadapi tantangan kedepan, media bisa berkembang juga tergantung dari Pemred. "Jadi bukan unit bisnis. Bagaimana media dilirik masyarakat itu tergantung inovasi Pemred," bebernya. 

Inovasi apa yang dimaksud Haris menjawab dengan memperkaya konten. Yakni penyajian berita tidak hanya berisi straigt news atau berita langsung, tapi juga perlu dengan memperdalam kontennya atau indepth reporting

"Kalau straight news, akan kalah dengan media sosial. Nah kenapa harus indepth, karena kalau menulis feature atau indepth akan membawa suasana,"

"Intinya dalam diskusi ini, media akan tetap bertahan di tengah gempuran medsos. Hanya saja kembali lagi bagaimana Pemred mengelola kontennya," demikian Haris menyampaikan. (BUDI YULIANTO/B-7)

Berita Terbaru