Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Metro Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Minyak Jatuh saat Laporan Persediaan Mencerminkan Pelemahan Permintaan

  • Oleh ANTARA
  • 22 Oktober 2020 - 10:45 WIB

BORNEONEWS, New York  - Harga minyak lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah angka persediaan Amerika Serikat menunjukkan bahwa permintaan melemah untuk produk-produk olahan saat kasus COVID-19 global melonjak.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember ditutup di 41,73 dolar AS per barel, turun 1,43 dolar AS atau 3,3 persen.

Sementara itu harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berkurang 1,67 dolar AS atau 4,0 persen, menjadi menetap di 40,03 dolar AS per barel.

Kedua kontrak acuan tersebut menguat di sesi sebelumnya.

Persediaan minyak mentah turun satu juta barel dalam sepekan yang berakhir 16 Oktober menjadi 488,1 juta barel, sementara stok bensin naik, menunjukkan melemahnya permintaan bahan bakar.


Produk keseluruhan yang dipasok, yang mewakili permintaan, masih jatuh 13 persen pada tahun ini dan selama empat minggu terakhir jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

"Pasar secara serius bergulat dengan permintaan setelah terus meningkatnya kasus COVID-19," kata Tony Headrick, analis pasar energi di CHS Hedging.

Menambah tekanan, kasus COVID-19 di seluruh dunia melampaui 40 juta pada Selasa (20/10/2020) dengan beberapa bagian Eropa memberlakukan langkah-langkah penguncian baru.

"Brent sangat terekspos ke kawasan Eropa yang sedang menjalani lockdown baru," kata Headrick.

Pada Selasa (20/10/2020), menteri energi Rusia mengatakan masih terlalu dini untuk membahas masa depan pembatasan produksi minyak global setelah Desember, kurang dari seminggu setelah mengatakan rencana untuk mengurangi pembatasan produksi harus dilanjutkan.

Berita Terbaru