Aplikasi Quick Count Hitung Cepat Web & Android

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tipu Ketua Kelompok Tani, ASN Ini Ngaku Perintah Atasannya

  • Oleh Naco
  • 22 Oktober 2020 - 13:55 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ro, aparatur sipil negara di salah satu dinas di Kabupaten Kotawaringin Timur mengaku kalau tindakan yang dilakukannya hingga merugikan korban Ardiansyah mencapai ratusan juta rupiah bukan atas inisiatifnya.

Tersangka berdalih berani menjanjikan korban sejumlah bantuan karena sebelumnya sudah berkoordinasi dengan kepala bidang dan kepala dinas.

Tersangka kemudian memberi jaminan kepada korban hingga korban yakin lalu menyerahkan sejumlah uang kepadanya.

"Kejadian itu sekitar Juli 2017 silam," kata tersangka kepada jaksa ketika pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.

Uang yang diserahkan korban itu tidak sekaligus. Akan tetapi, bertahap dengan nilai bervariasi sesuai bantuan yang dijanjikan. Padahal sesuai ketentuan bantuan dari instansi itu sendiri diberikan secara gratis.

Data yang diperoleh pada Kamis, 22 Oktober 2020 mengungkapkan kalau tersangka melakukan perbuatannya itu sekitar Juli 2017 di kantor dinas, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Berawal saat Ardiansyah, Ketua Kelompok Tani Hapakat Maju, Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotim didatangi terdakwa yang merupakan petugas cek penerima dan cek lokasi (CPCL).

Korban ditawarkan untuk bantuan truk, hand traktor, pikap, alat perontok padi dan alat panen. Agar korban yang mendapatkan, diminta untuk menyerahkan sejumlah uang.

Korban tertarik. Dia akhirnya menyetor uang secara bertahap hingga total Rp 530,5  juta. Namun, saat ditanya soal bantuan itu tidak kunjung juga didapat korban.

Bahkan saat diminta pertanggungjawaban, tersangka tidak menanggapi atau mengembalikan uang korban hingga korban melaporkan tersangka.(NACO/B-7)

Berita Terbaru