Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Lombok Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menanam Sawit Lebih Efisien Untuk Penuhi Kebutuhan Minyak Nabati

  • Oleh Testi Priscilla
  • 23 Oktober 2020 - 08:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Bidang Sustainability pada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Dr Bandung Sahari mengatakan bahwa menanam kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati lebih efisien dibandingkan menanam tumbuhan penghasil minyak nabati lainnya.

"Lahan yang diperlukan untuk menghasilkan 1 ton minyak jenis utama paling kecil kalau menanam sawit. Untuk mendapatkan 1 ton minyak sawit atau palm oil itu hanya membutuhkan 0,26 hektar. Sedangkan jika itu rapeseed oil perlu 1,25 hektar, sunflower oil perlu 1,43 hektar, dan soybean oil perlu 2 hektar lahan hanya untuk mendapatkan 1 ton minyak nabati," kata Bandung dalam kegiatan Fellowship Journalist Batch II yang dilaksanakan secara virtual atas kerjasama Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa atau JProf dan BPDP-KS di bawah Kementerian Keuangan pada Rabu-Kamis, 21-22 Oktober 2020.

Menurut Bandung, merujuk pada data yang dikeluarkan Oil World 2017-2018 ini bisa dilihat bahwa jauh lebih efisien dalam hal menjaga lingkungan, jika menanam sawit untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dibandingkan tanaman lainnya.

"Coba kita lihat lagi Matute Area atau Mn Ha dibandingkan dengan Production atau Mn Ton dari tanaman-tanaman ini. Saat ini ada 298,20 Mn Ha lahan yang digunakan untuk menanam tanaman penghasil minyak nabati, itu termasuk soybean oil, palm oil atau sawit, rapeseed oil, cotton oil, goundnut oil dan sebagainya ya," jelas Bandung lagi.

Sementara total produksinya, lanjut Bandung, ialah sebanyak 198,73 Mn Ton.

"Soybean oil dari minyak kedelai itu, memiliki lahan seluas 119,83 Mn Ha, besar sekali ya, tapi produksinya hanya 54,92 Mn Ton. Lalu rapeseed oil itu lahannya ada 34,05 Mn Ha sedangkan produksinya hanya 25,55 Mn Ton. Itu beberapa contohnya. Bagaimana kalau sawit Sawit lahannya hanya ada 19,07 Mn Ha tetapi produksinya adalah 70,67 Mn Ton. Jadi bisa dilihat ya kenapa banyak sekali yang menyerang sawit, karena merupakan saingan berat bagi negara produsen minyak nabati dari bahan lainnya," beber Bandung lagi.

Hal ini juga senada dengan apa yang dikatakan Pengamat Ekonomi atau Ekonom, Fadhil Hasan. Menurutnya populasi manusia di dunia pada 2025 diprediksi mencapai 8 Milyar. Peningkatan ini akan diikuti dengan meningkatnya konsumsi minyak nabati +60 Juta Ton (Mulai 2013).

Itu artinya perlu tambahan Supply Minyak nabati sebanyak 5 Juta ton/Tahun sehingga perkebunan sawit adalah yang paling efektif untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumsi minyak nabati dunia ini.

"Jika dipenuhi dari minyak sawit, maka perlu penambahan lahan seluas 15,2 Juta ha (yield 3,96 ton/ha/year) lagi untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dunia. Tapi perlu diketahui bahwa minyak sawit memiliki peluang terbaik untuk memenuhi permintaan pasar global minyak nabati," kata Fadhil dalam kegiatan yang sama, juga sebagai narasumber. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru