Software Monitoring dan Evaluasi Pemenangan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Jaksa Kesal dengan Pasangan Kumpul Kebo Aniaya Anaknya hingga Tangan Patah, Kasi Pidum: Tuntut Maksimal Saja

  • Oleh Naco
  • 23 Oktober 2020 - 11:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - He dan Sa tidak lama lagi akan segera disidangkan atas kasus penganiayaan yang mereka lakukan kepada anak yang masih berumur 6 tahun.

Korban sendiri merupakan anak kandung Ya. Bahkan pasangan itu mengaku kalau mereka bukan pasangan resmi, namun sudah tinggal serumah dan mengakui kalau mereka kumpul kebo.

"Keterlaluan perbuatan kalian berdua ini, tuntut maksimal saja," tegas Kasi Pidana Umum, Teguh Fidiah Wahyudi yang saat itu menyaksikan pelimpahan berkas perkara dari penyidik kepada jaksa itu.

Data yang diperoleh Jumat, 23 Oktober 2020 terungkap kalau perbuatan tersebut dilakukan keduanya pada 17 hingga 19 Agustus 2020 di sebuah barak di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pengakuan Ya, korban dianiaya dengan cara dicubit pada bagian paha kiri, paha kanan, dada depan, punggung serta pipi kanan ditampar dan perut ditendang menggunakan kaki dan perbuatan tersebut dilakukan secara berulang-ulang.

Sementara Sa mengaku kalau korban dicubit selama 5 kali pada bagian punggung, paha korban juga dipukul dengan menggunakan tangan, serta dipukul pada bagian muka sebanyak 2 kali, bagian belakang sebanyak 3 kali dan korban diinjak mengenai bagian perut hingga terjatuh ke lantai. 

Tidak hanya itu, tangan korban patah setelah dipulas oleh Sa setelah korban muntah ketika makan. Kepala korban juga dimasukkan ke ember yang berisi air dengan alasan korban susuh disuruh tidur.(NACO/B-5)

Berita Terbaru