Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Samarinda Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Konservasi Ekosistem Sawit Menjaga Pelestarian Keanekaragaman Hayati

  • Oleh Testi Priscilla
  • 23 Oktober 2020 - 12:20 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Konservasi adalah pelestarian atau pemberian perlindungan. Konservasi ekosistem di kawasan sawit hingga saat ini menjadi isu miring dalam berbagai pemberitaan, padahal faktanya perkebunan sawit di Indonesia sangat mendukung bahkan melaksanakan sendiri konservasi ekosistem sawit.

"Biodiversity in oil palm atau keanekaragaman hayati pada kelapa sawit di Indonesia ini sangat terjaga. Makanya saya kesal sekali kalau ada yang mengatakan isi miring tentang keanekaragaman hayati di perkebunan sawit atau menuduh perkebunan sawit telah merusak ekosistem alam, padahal yang mengatakan itu belum tentu pernah datang langsung ke perkebunan sawit," kata Ketua Bidang Sustainability pada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Dr Bandung Sahari pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Hal ini dikatakannya dalam kegiatan Fellowship Journalist Batch II yang dilaksanakan secara virtual atas kerjasama Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa atau JProf dan BPDP-KS di bawah Kementerian Keuangan pada Rabu-Kamis, 21-22 Oktober 2020.

"Faktanya, di perkebunan sawit tidak hanya ditanami sawit, tapi ada juga hutan dan bahkan kebun bunga," tuturnya.

Kebun bunga yang dimaksud menurut Bangun ialah Turnera Subulata, spesies tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam genus bunga ditanam secara luas di seluruh perkebunan dan wilayah perkebunan sawit.

"Apakah Turnera Subulata itu mendukung semua parasitoid dan bermanfaat untuk berbagai spesies Tentu saja. Bahkan ada hubungan khusus antara tanaman berbunga dengan parasitoid atau organisme yang menghabiskan sebagian besar riwayat hidupnya dengan bergantung pada organisme inang tunggal, yang mengunjungi bunga turnera subulata ini," jelasnya.

Apakah hal-hal seperti ini pernah mendapat perhatian dan pemberitaan, Bangun menyangsikannya. Hal ini karena kejatuhan perkebunan sawit di Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia sangat ditunggu-tunggu oleh negara saingan penghasil minyak nabati seperti sunflower dan rapeseed.

"Vegetasi non tanaman di perkebunan sawit juga menyediakan sarang untuk burung. Saya menampilkan foto-foto yang saya ambil sendiri di perkebunan sawit, salah satunya ini, Patch induk yang menunjukkan bahwa spesies ini sedang dalam periode pembiakan. Saya belum bisa ajak teman-teman melihat langsung ke perkebunan sawit tetapi semua foto yang saya tampilkan ini adalah hasil foto saya sendiri dan ini fakta," jelasnya tegas. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru