Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Tangerang Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kawasan Hutan Mangrove di Desa Ujung Pandaran Akan Jadi Tempat Wisata

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 23 Oktober 2020 - 14:25 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kawasan hutan mangrove yang ada di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), direncanakan menjadi tempat wisata baru. 

Hal itu diinisiasi oleh UPT-KPHP Mentaya Tengah Seruyan Hilir. Bahkan saat ini progres demi progres sudah dihasilkan. Mereka sudah melaksanakan kegiatan konsultasi publik desain tapak pengelolaan pariwisata alam hutan mangrove. 

"Kami sudah melakukan konsultasi publik desain tapak pengelolaan pariwisata alam yang didukung oleh Dinas Kehutanan Provinsi," ujar Kepala UPT KPHP Mentaya Tengah Seruyan Hilir Abdurrahman Hakim, Jumat, 23 Oktober 2020. 

Dia menjelaskan, KPHP adalah unit terkecil dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng di tingkat tapak. Hadirnya KPHP ini untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkan pengelolaan tersebut terdapat 4 prinsip yang perlu dipedomani yaitu, efektifitas dan efesiensi pengelolaan, kelestarian, keadilan dan kesejahteraan.

Dalam dokumen RPHJP KPHP Unit XXVIII, terdapat potensi wisata alam yang menarik untuk dapat dikembangkan. Salah satunya di Kawasan Hutan Lindung berupa ekosistem Mangrove pada blok HL Pemanfaatan yang terletak di Desa Ujung Pandaran. 

"Luasan hutan mangrove tersebut yakni 2.613 hektare," kata Abdurrahman. 

Sementara itu, tahapan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain, pada 2018 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan promosi HHBK/Jasling sekaligus penandatanganan MoU antara KPHP dengan pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan dan desa serta stakholder terkait.

Sedangkan keberadaan desain tapak itu diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi KPHP maupun stakeholder terkait untuk dapat mengembangkan area wisata alam. Juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakat sekitar. 

Camat Teluk Sampit Juliansyah mengatakan, menyambut baik kegiatan konsultasi publik desain tapak tersebut. Sebab, hutan mangrove yang berada di Desa Ujung Pandaran dan desa lain merupakan sebuah aset yang sangat berharga. 

"Yang terpenting saat ini pengelolaan dari hutan mangrove. Dengan adanya konsultasi publik ini, kita mengetahui bagaimana nanti konsep kedepannya untuk pengembangan hutan mangrove menjadi sebuah obyek wisata, yang diharapkan menjadi andalan bagi Kotim," harap Juliansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)

Berita Terbaru