Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sorong Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kini Probolinggo Punya Museum Sejarah Peninggalan Rasulullah SAW

  • Oleh ANTARA
  • 24 Oktober 2020 - 03:01 WIB

BORNEONEWS, Jember - Kota Probolinggo, Jawa Timur, memiliki museum sejarah peninggalan Rasulullah SAW yang diresmikan oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bertepatan dengan Hari Santri Nasional.

"Dengan adanya barang peninggalan sejarah Nabi Muhammad SAW, maka sebuah keberkahan bagi Kota Probolinggo," kata Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Peresmian museum Rasulullah SAW dilaksanakan tepat pada Hari Santri Nasional (HSN) VI dan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Keberadaan museum ini menjadi wisata religi karena barang yang ada di dalamnya bukan barang seperti lainnya, sehingga museum tersebut diberi nama museum Rasulullah SAW," tuturnya.

Museum ini bisa disejajarkan dengan museum di luar negeri karena isinya bukan peninggalan barang sejarah biasa.

"Museum ini adalah anugerah untuk Kota Probolinggo hingga barang-barang tersebut bisa sampai di kota ini, sehingga saya berharap semua pihak bisa amanah menjalankan tugas dan menjaga barang peninggalan milik Rasulullah SAW dan para sahabat," katanya.

Beberapa benda peninggalan yang dapat dilihat di dalam museum tersebut, antara lain surban, rambut, darah bekam, kiswah, batu sijjil, alas kaki, baju perang, pedang Sayidina Khalid bin Walid serta barang bersejarah Islam lainnya.

"Saya imbau warga Kota Probolinggo bisa menyambut tamu yang datang dengan ramah, sehingga dapat menjaga nama baik kota, ayo menjadi warga yang betul-betul ramah dan baik," ujarnya.

Menurutnya para tamu berbondong-bondong ingin ziarah melihat barang peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat, sehingga pihaknya ingin museum itu bisa berlanjut lama di Kota Probolinggo dan mengembangkan museum baru sesuai dengan rencana.

Operasional museum Rasulullah SAW akan menerapkan protokol kesehatan, antara lain semua pengunjung wajib bermasker, diukur suhu badan, mencuci tangan sebelum masuk museum dan ada pembatasan jumlah pengunjung.

Berita Terbaru