Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Keerom Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

H Abdul Rasyid AS Ajak Generasi Milenial Pilih Pemimpin Berintegritas

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 26 Oktober 2020 - 08:01 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dengan suasana santai, H Abdul Rasyid AS menggelar temu generasi milenial Kota Pangkalan Bun yang bertujuan agar dalam Pilkada 9 Desember 2020 kaum millenial bisa memilih pemimpin yang berintegritas tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di Var Cube Cafe, 25 Oktober 2020 dengan didampingi tokoh masyarakat dan Ketua Ketua DPD Partai Golkar Kalteng HM Ruslan AS, Owner Citra Borneo Indah (CBI) Group ini mengajak para generasi muda, pemilih pemula bisa selektif memilih pemimpin di periode yang akan datang di Kalteng.

"Jadi kita sampaikan pada para pemuda ini, jangan sampai salah memilih, pilihlah pemimpin yang fokus, inovatif, inspiratif, jujur dan tegas," katanya.

Oleh sebab itu peran serta kamum millenial sangat penting dalam kancah politik saat ini agar bisa memajukan Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalteng pada umumnya.

"Pemimpin harus bisa beradaptasi dan memberikan inovasi yang bermanfaat besar untuk masyarakat, jangan pilih pemimpin yang mementingkan kantongnya saja, ini demi Kalteng bermartabat dan semakin berkah," tuturnya.

Abdul Rasyid memberikan contoh bagaimana peran pemimpin atau gubernur dalam pembangunan.

Salah satu hasil kerja nyata yang dilakukan Sugianto Sabran saat menjabat Gubernur Kalteng telah menyelesaikan infrastruktur jembatan penghubung antara Pangkalan Bun dan Kecamatan Kotawaringin Lama.

"Alhamdulillah sekarang jembatan itu sudah rampung dan bisa dinikmasti masyarakat, akses semakin mudah. Sehingga perjalanan Pangkalan Bun - Kolam cukup kurang lebih 40 menit, dulu 5 - 6 jam karena lewat jalur sungai," ungkapnya.

Sebelumnya sudah 3 kali ganti gubernur, bahkan sempat ada wakil gubernur Kalteng dari wilayah barat pun tidak bisa berbuat banyak. Jembatan penghubung Pangkalan Bun - Kolam tidak rampung dengan berbagai macam alasan.

"Jadi yang pemipin yang dulu, mereka tidak berani membangun jembatan tersebut, karena kedalaman gambutnya mencapai 20 meter. Bagi Sugianto kenapa takut, jembatan Suramadu ditengah laut aja bisa dibangun. Akhirnya tekad dan keyakinannya, ia mendatangkan tim ahli dan menyatakan bisa di bangun. Maka dibangunlah dan dalam kurun waktu 2 tahun anggaran jembatan tersebut jadi dan sangat bermanfaat untuk masyarakat," pungkasnya. (DANANG/B-6)

Berita Terbaru