Aplikasi Pemenangan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kisah Anak 8 Tahun Nanti Ayahnya Cek Kondisi Banjir Berjam-jam, Setelah Bertemu Ternyata Sudah Tewas Tenggelam

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 26 Oktober 2020 - 11:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Seorang pria warga Desa Santilik, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur ditemukan tewas mengapung di dalan parit areal perkebunan kelapa sawit, Minggu 25 Oktober 2020 siang.

Pria ini bernama Sami Amekan (30) yang diperkirakan meninggal sejak Sabtu, 24 Oktober 2020. Ironisnya di sekitar lokasi ini ada anaknya berumur 8 tahun yang menanti sang ayah. Anak ini ditemukan di tepi jalan.

Setelah bertemu warga, anak ini mengaku menunggu sang ayah sejak malam hari hingga pagi. Saat itu sang ayah turun dari motor untuk melihat kondisi banjir di jalan.

Ternyata, saat itu karena arus sangat deras, sehingga membuat sang ayah terpeleset hingga tewas di parit yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal di parit sekitar kebun sawit dan tidak jauh dari lokasi kejadian," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Roni Paslah, Senin 26 Oktober 2020.

Kronologis kejadian bermula ketika korban bersama anaknya yang masih berumur 8 tahun pulang dari rumah karabatnya, Sabtu 24 Oktober 2020 sekitar pukul 21.30 WIB.

Sesampainya di TKP, kondisi jalan dalam keadaan banjir dengan arus yang sangat deras. Korban turun dari motor, sedangkan sang anak masih menunggu.

Namun entah kenapa, tiba-tiba sanga ayah terpeleset dan terjatuh hingga tewas. Kejadian ini tidak diketahui oleh sang anak. Namun dia tetap menunggu sang ayah di dekat motor.

Hingga Minggu 25 Oktober 2020, warga bertemu anak tersebut dan bertanya kemana ayahnya. Ia menceritakan kejadian tersebut, sehingga langsung dibawa warga ke mes karyawan.

Setelah itu warga lainnya melakukan pencarian, hingga menemukan korban di dalam parit dalam kondisi tewas.

Dari penyelidikan kepolisian, tidak ditemukan luka atau pukulan benda tumpuk di sekujur tubuh korban,s ementara korban sudah dibawa ke puskesmas untuk dilakukan penanganan. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

Berita Terbaru