Aplikasi Pemenangan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

KASAD Terima Paparan Investigasi Kecelakaan Helikopter M-17 di Kendal

  • Oleh ANTARA
  • 26 Oktober 2020 - 21:20 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menerima paparan laporan hasil investigasi mengenai kecelakaan helikopter MI-17 yang jatuh di Kendal, Jawa Tengah, Juni 2020, yang disampaikan Brigjen TNI Sudarji selaku kepala tim investigasi.

"Kecelakaan helikopter MI-17 yang terjadi di Kendal merupakan tanggung jawab seluruh jajaran TNI AD. Tidak bisa hanya menyudutkan salah satu pihak," kata Jenderal Andika dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2020.

Menurut Kasad, kecelakaan helikopter MI-17 menjadi tanggung jawab seluruh jajaran TNI AD sehingga harus memberikan perhatian lebih terhadap Puspenerbad.

Jika pemenuhan kebutuhan itu tidak didapatkan dari internal Puspenerbad, kata dia, maka bisa melibatkan pihak luar yang memang ahli di bidang penerbangan.

“Saya ingin semua hal yang ada di Puspenerbad harus dilakukan 'treatment', khusus mulai dari penerimaan personel yang akan menjadi pilot, rekrut pihak luar yang ahli di bidang penerbangan hingga kontrak dengan mitra terkait dengan perlengkapan dan peralatan Puspenerbad. Ini semua untuk memperkecil kemungkinan kejadian seperti ini lagi," ujar Kasad.c

Sementara itu, kepala tim investigasi kecelakaan helikopter M-17 di Kendal, Brigjen TNI Sudarji menyampaikan bahwa secara umum proses investigasi berjalan dengan lancar.

Dari aspek cuaca dan kondisi medan pada saat latihan terbang, kata dia, tidak berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan tersebut, demikian pula aspek personel yang juga dalam kondisi baik.

Dari aspek manajemen, mulai dari pemeliharaan, penyelenggaraan pendidikan, sampai dengan latihan terbang, kata dia, tidak dilaksanakan dengan manajemen yang baik sehingga berpengaruh terhadap performa pesawat.

"Adapun beberapa hal yang ditemukan dan menjadi penyebab kecelakaan helikopter MI-17 adalah terdapat beberapa komponen yang kurang memenuhi standar, kemudian latihan terbang yang tidak dilaksanakan dengan manajemen yang baik," ujar Sudarji.

ANTARA

Berita Terbaru