Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Bontang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Khabib Nurmagomedov, Lahirnya Petarung Terbaik Sepanjang Masa

  • Oleh ANTARA
  • 30 Oktober 2020 - 13:20 WIB

BORNEONEWS, Tanjung Selor  - Usai mempertahankan gelar dunia kelas ringan UFC 254 dalam laga Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (25/10/2020) dengan mengalahkan Justin Gaethje, Khabib Nurmagomedov menyatakan pensiun.

Sukses mengalahkan Justin The Highlight Gaethje, Khabib mencatat rekor sempurna 29 kali menang tanpa kalah atau imbang. Catatan lain, petarung berusia 32 asal Dagestan, Rusia itu kini mencatat ekor kemenangan beruntun terlama di UFC.

Selain menyatakan pensiun, petarung seni bela diri campuran (mixed martial arts/MMA) berjuluk The Eagle itu meminta satu hal kepada UFC yaitu agar menjadikan ia sebagai ranking terbaik pound for pound.

Makna pound for pound, yakni tanpa melihat berat badan petarung atau berat badan dianggap sama untuk semua kelas kemudian ditetapkan yang terbaik di antara mereka. Dengan kata lain, apabila mereka dikumpul semua, maka Khabib yang terbaik.

Namun, Roy Jones, petarung UFC yang kini pindah ke kelas berat tidak terima ranking pound for pound diminta Khabib Nurmagomedov. Ia merasa lebih hebat dari petarung Dagestan itu berdasarkan penilaiannya sendiri.


Ia lupa bahwa wajah Khabib tidak pernah bonyok seperti dirinya saat bertanding. Petarung berusia 32 tahun itu tidak pernah menang kontroversi seperti dirinya, tidak pernah didiskualifikasi karena berlaku curang melanggar aturan permainan serta doping seperti Jones.

Pada 8 Februari lalu, Jones mengalahkan Dominick Reyes untuk tetap menjaga statusnya sebagai juara dunia dengan keputusan kontroversi, banyak yang berpendapat bahwa harusnya Reyes yang menang.

Selain itu, rekor Jones sempat ternoda. Bertarung 28 kali, dia mencatat 26 menang, 1 kalah, dan 1 no contest. Satu-satunya kekalahan Jones terjadi 5 Desember 2009 ketika dia didiskualifikasi karena melakukan sikutan ilegal melawan Matt Hamill.

Ia menggunakan sikut vertikal yang sangat membahayakan bola mata lawan.

Sementara itu, ketika menghadapi Daniel Cormier pada UFC 214, 29 Juli 2017, Jones dianggap tidak pernah bertarung alias no contest karena positif menggunakan zat terlarang berjenis turinabol.

Berita Terbaru