Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Seluma Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengumuman Hasil Tes CPNS di Palangka Raya Masih Nunggu BKN

  • Oleh ANTARA
  • 30 Oktober 2020 - 23:21 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palangka Raya, Sabirin Muhtar mengatakan pengumuman hasil tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) masih menunggu pengumuman Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Kita masih menunggu pengumuman dari BKN tentang hasil tes SKB Calon Pegawai Negeri Sipil kemarin," katanya, Jumat 30 Oktober 2020.

Dia memperkirakan pengumuman hasil tes akan diterima awal November 2020 mengingat akhir Oktober 2020 ini masuk masa libur panjang.

"Masa libur panjang ini para pegawai juga libur. Jadi kemungkinan besar awal November nanti kita akan umumkan hasil tes kemarin," katanya.

Dia mengatakan pengumuman hasil tes nanti selain dapat dilihat langsung di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palangka Raya di Jalan Ir Soekarno juga dapat dilihat di laman resmi badan kepegawaian setempat di bkpsdm.palangkaraya.go.id.

Untuk itu, para pelamar pegawai negeri yang sebelumnya telah mengikuti tes seleksi kompetensi bidang dapat bersabar sembari memantau perkembangan informasi di laman resmi yang dikelola Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia "Kota Cantik".

Dia menambahkan, saat ini berdasar sistem aplikasi, formasi CPNS yang dicari di lingkungan Pemerintah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu sebanyak 200 lebih formasi.

Pada seleksi calon pegawai pemerintah di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya kuota formasi didominasi bidang kesehatan seperti bidan, tenaga perawat dan tenaga analis kesehatan.

"Sementara jumlah peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang, lanjut dia, sebanyak 500-an orang. Secara umum pelaksanaan tes kemarin berjalan lancar hanya saja ada lima orang peserta yang tidak hadir tanpa keterangan," katanya.

Sehingga ke 5 peserta yang tak mengikuti tes tanpa keterangan itu secara otomatis didiskualifikasi atau gagal tes.

ANTARA

Berita Terbaru