Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Maros Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Punya UMKM dan Ingin Pinjam Rp 2 M ke OVO Simak Syaratnya

  • Oleh Teras.id
  • 01 November 2020 - 10:30 WIB

TEMPO.COJakarta - Ovoplatform pembayaran dan layanan keuangan digital, membuka akses permodalan kepada UMKM melalui OVO ModalUsaha. Terdapat syarat yang harus dipenuhi untuk mendapat modal pinjaman dengan jumlah maksimal Rp2 miliar. 

VP Lending OVO, Natasha Ardiani mengatakan bahwa dengan menggunakan produk OVO ModalUsaha, pelaku UMKM dapat meminjam uang dengan bunga rendah mulai dari 1,3 persen per bulan. Biaya terhitung berdasarkan suku bunga pinjaman dan setiap orang mungkin berbeda, tergantung pada hasil penilaian individu peminjam.

“Nilai pinjaman sampai dengan Rp2 Miliar per peminjam dan pembiayaan penuh dalam waktu 48-72 jam,” kata Natasha seperti dikutip dari Bisnis.com, Sabtu 31 Oktober 2020.

Adapun, untuk mendapatkan peminjaman ini, kata Natasha, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi a.l yakni, peminjam merupakan Perseroan Terbatas (PT) atau Perseroan Komanditer/Commanditaire Vennootschap (CV); Telah beroperasi minimal 2 (dua) tahun; Memiliki hubungan usaha dan mendapatkan rekomendasi dari salah satu partner OVO untuk program mengikuti program ini.

Kemudian, syarat lainnya, lama kerja sama dengan partner OVO selama minimal. 6 bulan; Jumlah invoice yang sudah pernah dikeluarkan kepada partner Ovo minimal 3 kali dan memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan terkemuka seperti perusahaan publik, perusahaan multinasional, BUMN, dan lembaga pemerintahan.

“Selain itu juga harus memiliki kelengkapan dokumen: legal pendirian perusahaan, NPWP, laporan keuangan, rekening koran, company profile, dan lain-lain terkait tagihan,” kata Natasha.

Dia mengungkapkan saat ini jumlah pelaku UMKM di Indonesia sebanyak 64,2 juta dengan daya serap mencapai 97 persen tenaga kerja dunia usaha di Indonesia.

Sayangnya, dari total puluhan juta UMKM tersebut, lebih dari 70 persen atau sekitar 44 juta UMKM tidak dapat mengakses pinjaman modal, akibat penetrasi layanan keuangan yang memang belum merata di Indonesia.

“Salah satu cara yang dilakukan oleh OVO untuk meningkatkan inklusi keuangan digital adalah dengan menyediakan layanan pinjaman yang ditujukan bagi UMKM,” kata Natasha.

TERAS.ID

Berita Terbaru