Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sukoharjo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menjadi Perempuan Berdaya di Tengah Pandemi COVID-19

  • Oleh ANTARA
  • 08 November 2020 - 14:10 WIB

BORNEONEWS, Tanjungpinang - Menjadi perempuan berdaya dan mandiri di tengah ketidakpastian pandemi COVID-19 dapat ikut memperkuat perekonomian keluarga.

Hal ini tentunya tanpa mengesampingkan kodrat sebagai seorang ibu rumah tangga yang memiliki tugas pokok mengurusi suami dan anak-anak.

Di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebagian dari ibu-ibu rumah tangga berhasil menjawab tantangan pandemi menjadi peluang ekonomi.

Saat penerapan pembatasan sosial dilakukan pemerintah demi menyelamatkan nyawa masyarakat dari paparan COVID-19, kaum ibu nyatanya tetap produktif memanfaatkan teknologi menjadi ladang penghasilan di rumah.

"Asal ada handphone dan kuota internet, itu sudah cukup buat meraup pundi-pundi rupiah dari rumah," kata Ruchi Ramanda Deri, ibu rumah tangga di Tanjungpinang, Sabtu (7/11).


Ruchi, sapaan akrabnya, semula menggeluti usaha jasa jahit aneka perlengkapan bagi wanita yang baru melahirkan, misalnya kasur dan bantal bayi. Usaha ini sudah ditekuninya sejak tahun 2001 atau selang setahun dia dan suami pindah dari Padang, Sumatera Barat ke Tanjungpinang, persisnya di Jalan Sri Andana, Kilometer 8.

Sekitar awal Maret 2020 atau pertama kali pandemi melanda di Tanjungpinang, ibu dua anak itu juga membuka jasa jahit masker kain dengan melibatkan sejumlah mahasiswa dan ibu-ibu rumah tangga sebagai pekerja lepas.

Hasilnya sangat memuaskan, dalam sehari ratusan hingga ribuan buah masker berhasil diproduksi dan habis terjual. Pembeli rata-rata dari kantor instansi pemerintahan, pedagang, dan masyarakat umum

Namun, di awal Mei 2020 atau seminggu menjelang puasa, dia memutuskan berhenti produksi masker dengan alasan sulit mendapatkan bahan kain kualitas premium. Di sisi lain, produksi/penjual masker sudah banjir di Tanjungpinang.

Demikian pula produksi perlengkapan bayi, pun dia putuskan berhenti buat sementara waktu karena beberapa alasan situasional menyangkut COVID-19.

Berita Terbaru