Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pesisir Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kamala Harris Dobrak Batasan sebagai Wakil Presiden AS Selanjutnya

  • Oleh ANTARA
  • 08 November 2020 - 21:31 WIB

BORNEONEWS, Washington - Kamala Harris mencetak sejarah pada Sabtu 7 November 2020 seusai terpilih sebagai wakil presiden dari Joe Biden dan menjadi perempuan pertama, orang Amerika berkulit hitam pertama dan warga Amerika keturunan Asia pertama yang memenangkan posisi tertinggi kedua di pemerintahan Amerika Serikat.

Harris (56) secara luas dipandang sebagai kandidat yang jelas untuk nominasi Partai Demokrat pada 2024 jika Biden, yang akan berusia 78 tahun pada pelantikan mereka pada 20 Januari, memutuskan untuk tidak mengejar periode jabatan kedua.

Harris belum mempertimbangkan spekulasi tersebut secara terbuka. Edison Research dan sejumlah stasiun televisi besar AS pada Sabtu memproyeksikan kemenangan mereka, berdasarkan hasil akhir yang belum resmi, meski presiden petahana Donald Trump dari Partai Republik berjanji akan terus berjuang di pengadilan.

Harris, seorang senator AS dari California, memiliki rekam jejak dalam memecahkan fenomena atap kaca atau glass ceiling. Dia menjabat sebagai jaksa distrik perempuan pertama di San Fransisco dan merupakan perempuan non-kulit putih pertama yang terpilih sebagai jaksa agung Negara Bagian California.

Latar belakangnya di bidang hukum pidana dapat membantu administrasi Biden dalam menangani isu-isu ketimpangan rasial dan kepolisian usai AS dilanda berbagai protes tahun ini. Dia diperkirakan akan menjadi penasihat utama dalam nominasi yudisial.

Harris, yang ibu dan ayahnya masing-masing beremigrasi dari India dan Jamaika, melirik posisi sebagai presiden AS perempuan pertama saat ia berkompetisi melawan Biden dan sejumlah kandidat lain untuk nominasi partai Demokrat untuk pemilu 2020.

Biden melihat melampaui beberapa kata-kata keras yang diucapkan Harris untuknya dalam kampanye itu dan menamai Harris sebagai cawapresnya di bulan Agustus 2020.

Harris telah terbukti sebagai sosok yang penting dan ahli, menarik terutama bagi perempuan, kelompok progresif dan pemilih non-kulit putih, semuanya penting bagi harapan partai dalam pemilu.

Perempuan yang mengembangkan jaringan pengembangan dana yang dalam pada upayanya di Senat dan Gedung Putih, memiliki kontribusi penting dalam meraup jumlah uang yang mencapai rekor di bulan-bulan penutupan kampanye.

Pemilihannya memicu kegembiraan dari basis Demokrat dan di antara para donor partai. "Harris terus menjadi pasangan yang paling masuk akal untuk Biden karena dia memiliki kemampuan untuk membantunya mempersatukan koalisi Demokrat dari seluruh garis rasial dan generasi dan mampu meningkatkan antusiasme basis," kata Joel Payne, seorang penyusun strategi Demokrat yang bekerja untuk kampanye pemilu Hillary Clinton pada 2016.

Berita Terbaru