Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kaur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Integrasi Sawit Sapi PT. Sulung Ranch Ide Cemerlang Pengusaha H. Abdul Rasyid AS, Menuai Sukses dan Menjadi Percontohan

  • Oleh Wahyu Krida
  • 09 November 2020 - 11:35 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Membangun peternakan sapi potong yang terintegrasi dengan perkebunan sawit adalah merupakan ide cemerlang Pengusaha Nasional asal Kabupaten Kobar  H. Abdul Rasyid AS, owner dari PT. Sulung Ranch. Perusahaan peternakan ini berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan merupakan anak perusahaan dari Citra Borneo Indah (CBI) Group. Setelah 14 tahun berdiri  kini perusahaan tersebut menuai sukses mengembangkan konsep integrasi sawit –sapi  dan banyak diikuti oleh daerah lain di Indonesia.

CEO CBI Group Rimbun Situmorang, Senin, 9 November 2020 menjelaskan bahwa berbekal dari  ide yang muncul dari buah pemikiran H. Abdul Rasyid AS itu kemudian dilakukan riset dan analisa oleh para ahli perusahaan pada saat itu. Sehingga direalisasikanlah peternakan sapi potong di sebuah perkebunan kelapa sawit.

"Karena itulah sekitar tahun 2006 didirikan PT. Sulung Ranch,  anak  perusahaan CBI Group dengan usaha peternakan sapi potong yang berlokasi di Desa Sulung, KecamatanArut Selatan (Arsel), Kabupaten Kobar, Provinsi Kalteng," jelas RimbunSitumorang.

Pada awal pendirian Sulung Ranch hanya memiliki 600 ekor sapi yang dipelihara di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT. Sawit Sumbermas Sarana, Tbk.,  seluas 50.000 hektare. Namun pada tahun 2020 jumlahnya sudah bertambah berkali kali lipat.  "Saat ini terdapat  8.000 ekor sapi di SuLung Ranch.  Jenis sapi yang dikembangkan adalah Sapi Bali dan Brahman Cross (BX) dan pada akhir tahun 2020 diperkirakan akan lahir 2000 ekor sehingga populasinya diperkirakan mencapai 10.000 ekor." Jelas Rimbun Situmorang.

Peternakan sapi potong  dengan konsep integrasi sawit- sapi ini juga bertujuan membangun perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan (sustainable) dan ramah lingkungan. Dengan adanya aktivitas sapi yang memakan gulma atau tanaman pengganggu di kawasan perkebunan maka akan mengurangi penggunaan herbisida yaitu senyawa kimia untuk menekan dan memberantas tanaman yang bisa menyebabkan penurunan hasil kebun. Pelepah sawit hasil pemangkasan juga merupakan  pakan hijauan bagi sapi.

Peternakan sapi di Sulung Ranch
Peternakan sapi di Sulung Ranch

Limbah pengolahan sawit juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan sapi yaitu solid decanter yang merupakan sisa pengolahan buah sawit dalam bentuk padatan yang berasal dari minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Demikian juga dengan bungkil inti sawit juga dimanfaatkan sebagai pakan tambahan.

Selain itu, kotoran sapi yang secara alami dikeluarkan ternak tersebut menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi perkebunan kelapa sawit.  "Jadi, sapi diberi pakan sisa pengolahan sawit, kemudian kotoran sapi dimanfaatkan menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman sawit,“ jelas Rimbun Situmorang.

Rimbun mengatakan, pada masa awal pembangunan peternakan oleh PT. Sulung Ranch sekitar tahun 2006, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat waktu itu masih belum melirik program integrasi sawit- sapi tersebut.  Namun setelah PT. Sulung Ranch dinilai berhasil mengembangkan konsep peternakan yang mengintegrasikan perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi, banyak pihak mulai dari pemerintah daerah dan pusat serta pakar peternakan datang untuk mempelajari konsep tersebut ke perusahaan yang tergabung dalam CBI Group ini.

"Selain para pakar, Pemerintah Pusat juga berkunjung ke Sulung Ranch dan berdiskusi dengan Bapak H. Abdul Rasyid AS terkait konsep ini.  Sehingga hal ini dicontoh oleh pemerintah daerah dan dikembangkan di tempat lain. Bahkan, perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya pun dianjurkan untuk mengikuti konsep yang dilakukan di Sulung Ranch," jelas Rimbun Situmorang. (WAHYU KRIDA/B-5)

Berita Terbaru