Sistem Informasi Pemetaan & Manajemen Pemenangan Pilkada

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini Kondisi Jenazah Penambang yang Tewas Dalam Lubang Tambang di Kecamatan Aruta

  • Oleh Wahyu Krida
  • 21 November 2020 - 02:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan pengamatan secara visual, kondisi 3 jenazah penambang yang bisa dievakuasi dari dalam lubang tabang emas di Sungai Seribu, RT 6, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Jumat 20 November 2020 dalam kondisi basah kuyup dan ada yang tubuhnya sudah mulai membengkak.

Kepala Puskesmas Pangkut dr Tenno Ukaga mengatakan walau demikian kepastian penyebab meninggalnya korban dari sudut pandang medis tentunya setelah dilakukan oleh dokter forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

"Hal ini hanya berdasarkan pandangan mata kami saja. Secara umum tim medis yang terlibat dalam evakuasi jenazah korban lebih ke arah menjaga kesehatan petugas evakuasi agar tetap dalam ieadaan sehat baik sebelum maupun sesudah pencaian," jelasnya.

Untuk tugas tersebut menurut dr. Tenno Ukaga selain dilakukan oleh petugas medis dari Puskesmas Pangkut, petugas dari Puskesmas Semanggang dan Puskesmas Pangkalan Lada juga turut terlibat.

"Total 10 tenaga medis yang diturunkan dalam kegiatan ini. Sesuai SOP yang ada, individu yang nantiya akan masuk ke dalam lubang tambang untuk mencari keberadaan korban harus menjalani serangkaian pemeriksaan dulu," jelasnya.

Pemeriksaan ini berupa pemeriksaan tanda vital berupa tekan darah dan detak jantung serta respirasi saturasi atau pernapasannya.

"Jangan sampai nantinya individu yang melakukan upaya evakuasi malah menjadi korban juga," jelasya. (WAHYU KRIDA/B-6)

Berita Terbaru