Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sabu Raijua Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ketua Rombongan Tambang Emas Longsor Menelan Korban 10 Orang Diamankan

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 21 November 2020 - 17:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Satreskrim Polres Kotawaringin Barat (Kobar) mengamankan satu orang dan ditetapkan menjadi tersangka, atas kasus tindak pidana illegal mining atau tambang emas ilegal, di Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sebelumnya pada, Kamis 19 November 2020 sekitar pukul 10.00 WIB, di lokasi tambang telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan 10 orang pekerja tertimbun di dalam lubang galian tambang.

Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah melalui Wakapolres Kobar Kompol Boni Ariefianto menyampaikan bahwa, telah menetapkan tersangka inisial H (28) warga asal Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, selaku ketua rombongan dalam pengaturan pertambangan tanpa izin.

"Penangkapan pelaku ketua rombongan ini berdasarkan laporan dari anggota kami yang bertugas di Polsek Aruta," kata Boni.

Boni Ariefianto menyampaikan, bahwa tersangka selaku kepala rombongan dalam kegiatan pertambangan tanpa izin bertugas mengatur seluruh kegiatan yang ada di lubang galian tambang dan mengelola kebutuhan para pekerja atau buruh tambang, dengan hasil komoditas mineral logam berupa emas.

"Tersangka ini juga yang mencari para pekerja atau buruh untuk bekerja tambang emas. Ia memiliki jumlah pekerja atau buruh sebanyak 23 orang dengan tugas masing-masing diatur oleh tersangka selaku kepala rombongan," tuturnya.

"Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, satu karung berisi material batu diduga mengandung emas 1 dan 1 unit mesin alat bor.

Adapun Pasal yang disangkakan pasal 158 Jo pasal 35 undang-undang RI Nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batubara, ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 100 miliar.

Wakapolres menyampaikan bahwa saat ini, dari 10 korban, masih ada 7 korban yang belum ditemukan, yaitu Tatan, Harom, Reza, Susan, Bayu, Dian, Wakdir dan sudah ditemukan 3 orang yaitu Yudha, Nur Hidayat dan Rana. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru