Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Luwu Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kalteng Bakal Kembangkan Potensi Tebu Menjadi Komoditas Andalan

  • Oleh ANTARA
  • 22 November 2020 - 06:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya  - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, mempertimbangkan potensi tanaman tebu untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan atau andalan daerah tersebut ke depannya.

"Untuk mengembangkan itu, kami telah mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur," kata Pelaksana Tugas Gubernur Kalteng Habib Ismail di Palangka Raya, Sabtu.

Menurut dia, pihaknya mengharapkan berbagai kiat dari Balittas untuk mengembangkan tebu menjadi komoditas andalan yang berkelanjutan.

Balittas Malang merupakan UPT di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian yang memiliki tugas pokok, melaksanakan penelitian tanaman pemanis, serat, tembakau dan minyak industri.

"Kami ingin mengetahui berbagai hal yang perlu disiapkan agar tebu bisa benar-benar menjadi komoditas andalan," katanya.

Saat ini, kata dia, di Kalteng sudah ada rencana pabrik gula, tepatnya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur yang mulai berproses. Maka melalui koordinasi dengan Balittas, pihaknya ingin mempelajari, serta mengetahui potensi maupun prospek dari pabrik tersebut.

Kepala Balittas Malang Titik Sundari dalam paparannya menjabarkan, pada 2019 kebutuhan gula nasional mencapai 5,8 juta ton, yakni untuk kebutuhan konsumsi 2,8 juta ton dan industri 3 juta ton. Produksi nasional sekitar 2,2 juta ton, sehingga masih defisit sekitar 3,6 juta ton.

"Pengembangan tebu memiliki prospek cukup menjanjikan ke depannya, mengingat produksi gula dalam negeri masih kurang," terang Titik.

Guna meningkatkan produktivitas gula, merupakan sinergi tebu sebagai bahan baku dan kinerja pabrik sebagai tempat pengolah. Selanjutnya produktivitas tebu tergantung pada faktor genetik, yakni varietas serta lingkungan berupa teknologi budidaya pendukungnya.

Titik mengatakan, pendirian pabrik gula baru harus memerhatikan perencanaan dan studi uji kelayakan pabrik. Sebelum pabrik berdiri, salah satu syaratnya adalah uji kelayakan, meliputi aspek teknis, finansial, pasar dan pemasaran, legal formal, serta dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan, hingga aspek teknis teknologi.

ANTARA
 


TAGS:

Berita Terbaru