Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pegunungan Bintang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pencarian Korban Penambang Masih Berlanjut

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 23 November 2020 - 15:35 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pencarian korban laka kerja di lokasi lubang tambang emas di daerah Sungai Seribu, RT 06, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), masih terus dilanjutkan.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (PBPD) Tengku Ali Syahbana, saat dikonfirmasi Borneonews, terkait kabar lanjutan apakah pencarian dilanjutkan atau dihentikan.

"Sampai tanggal 25 November 2020 baru press rilis Basarnas dengan Pemda Kobar," kata Ale sapaan akrabnya, melalui pesan singkat, Senin, 23 November 2020.

Seperti diberitakan sebelumnya, Stakeholder yang terlibat dalam pencarian korban penambang emas, akan menggelar rapat untuk menentukan apakah proses pencarian korban akan dilanjutkan atau tidak.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Kobar Ahmadi Riansyah di TKP saat itu, ada beberapa pertimbangan teknis yang harus dirapatkan untuk melakukan evakuasi korban. Mengingat masih ada 7 korban dari 10 korban asal Jawa Barat, yang terjebak didalam galian tambang.


"Banyak pertimbangan teknis dalam hal evakuasi 7 jenazah yang masih di dalam lubang tambang, mengingat terdapat berbagai kesulitan yang berpotensi membahayakan petugas evakuasi," kata Ahmadi Riansyah, pada Sabtu, 21 November 2020.

Sejauh ini, dari 10 korban baru 3 yang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dan telah di makamkan di TPU Sampuraga Baru. Sementar pihak Kepolisian Resor Kobar, telah mengamankan dua orang tersangka atas ilegal mining, yaitu H ketua rombongan dan RF selaku pemilik lahan dan pemodal. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru