Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Merauke Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Rebutan Lokasi Tambang Emas, Satu Orang Tewas Mengenaskan di Lahan PETI Jamparan Katingan

  • Oleh Abdul Gofur
  • 24 November 2020 - 05:00 WIB

BORNEONEWS,  Kasongan - Perkelahian terjadi di lokasi tambang emas ilegal Jamparan Desa Tumbang Kawei,  Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan menyebabkan satu orang warga tewas mengenaskan. 

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah melalui Kapolsek Sanaman Mantikei Ipda Syaiful,  Senin,  23 November 2020 menuturkan kejadian perkelahian itu berlangsung pada hari Jumat, 20 November 2020 di lokasi tambang emas rakyat ilegal Km 48 Jamparan Desa Tumbang Kawei sekitar pukul 14.00 Wib. 

Menurut Kapolsek,  satu orang tewas itu bernama Bowos alias Menteng (38) warga Jalan G Obos XIV, RT 010/ RW.006, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. 

Kapolsek mengatakan, kronologis kejadian sekitar pukul 10.30 Wib bertempat di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Zakaria bersama dengan Haris Setiawan (26) warga Jalan Biduri Kelurahan Menteng Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya bersama Haris Setiawan (33) warga Jalan Paus Raya Blok C Bukit Tunggal, Palangka Raya diajak

oleh Bowos (korban) menuju Km 48 lokasi tambang emas ilegal Jamparan untuk menemui saudara Usin terkait masalah lahan tempat kerja. 

Bowos dan dua temannya itu tiba di lokasi Jamparan sekitar pukul 14.00 Wib untuk kemudian dilanjutkan berjalan kaki menuju lokasi tempat Usin.

Sesampai di lokasi, Bowos bertemu dengan Usin dan anaknya yang bernama Frenki serta Frenodie.

Saat sedang membicarakan tentang lahan tersebut, terjadilah perdebatan antara Bowos dan Usin.

Lalu Bowos mencabut pisau yang dia bawa untuk menyerang Usin, kemudian Usin pun mengambil pisau jenis parang yang pada saat itu berada tidak jauh darinya untuk menangkis serangan pisau oleh Bowos yang mengarah ke dirinya.

Saat saling serang, pisau yang dipegang Usin terlepas karena menangkis pisau milik Bowos.

Melihat itu, Frenodie yang merupakan anak kandung dari Usin, berusaha membantu ayahnya yang diserang oleh Bowos dengan cara mengambil pisau jenis parang milik ayahnya yang terjatuh tadi.

Frenodie lalu menyerang Bowos hingga keluar pondok, dan akhirnya Bowos tersungkur bersimbah darah.

Karena mengalami sejumlah mata luka di sejumlah anggota tubuhnya,  akhirnya Bowos meninggal dunia di tempat kejadian perkara. 

Selain luka tebas di tangan sebelah kiri, Bowos juga mengalami luka tebas di bagian belakang tubuh dan di kaki kiri serta kanan.

Berita Terbaru