Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Yahukimo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Saksi Tidak Berkutik Saat Ditanya Bertemu Jarot Sebelum Persidangan

  • Oleh Naco
  • 24 November 2020 - 12:41 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sidang kasus penggelapan CPO dengan terdakwa Surya, Mamat Yusuf dan Ramlan digelar, saksi yang dihadirkan jaksa yakni Salimin dan Setyo Kustanto. Kedua saksi sempat tidak berkutik saat ditanya sempat bertemu Ali Chairul Anam alias Jarot sebelum sidang.

Jarot sendiri dalam kasus Surya Cs juga sebagai saksi dan sudah dimintai keterangan pada sidang lalu, bahkan dalam rentetan kasus ini dia turut jadi tersangka. Namun demikian dalam kesaksiannya lalu dia membantah terlibat dalam transaksi CPO gelap itu.

Bahkan saksi Salimin maupun Setyo menyebutkan saat kejadian di TKP tidak ada Jarot, itu berbeda dari kesaksian Rahmat Kartolo, perentara penjualan CPO itu, yang menyebutkan saat akan membongkar CPO itu, di situ ada Jarot.

Namun saat sidang itu keduanya sempat ditanya terkait pertemuan mereka dengan Jarot di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur sebelum sidang, mereka beralasan hanya bertemu biasa saja tanpa ada yang mereka bahas.

"Tidak usah kalian jawab, hanya kalian saja yang tahu itu, kalian di sumpah sudah, jika berbohong tanggung sendiri," kata Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit, AF Joko Sutrisno, Selasa, 24 November 2020.

Salimin maupun Setyo tampak gugup saat itu, sidang ditunda dan dilanjutkan pekan mendatang dengan agenda masih mendengar keterangan saksi.

Jarot sendiri tampak datang ke Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur sebelum sidang tersebut dimulai, dia sempat ngobrol dengan kedia saksi di samping ruang saksi di Kejari Kotim, saat kedua saksi dipanggil untuk sidang Jarot pergi meninggalkan kantor Kejari Kotim.

Dalam kasus ini Surya, sopir truk CPO milik transportir PT Surya Mentaya membawa CPO sebanyak 7,8 ton dari PT WNL Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu menuju pelabuhan PT Surya Mentaya Gemilang di Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga pada 14 Agustus 2020.

Namun oleh Surya CPO itu tidak dibongkar di pelabuhan Cempaga tersebut, bekerjasama dengan Mamat dan Ramlan, CPO itu dijual kepada Jarot melalui perantara Rahmat Kartolo dengan harga Rp 20 juta, di Jalan Kapten Mulyono Sampit.

Saat pembongkaran di TKP ada tersangka Daiya dan anak buah Jarot yakni saksi Setyo dan Salimin. Meski demikian tersangka Jarot dalam kesaksiannya membantah terlibat dalam transaksi gelap CPO itu. (NACO/B-6)

Berita Terbaru