Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Makassar Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Mahasiswi KKN UIN Walisongo Bagi Bibit Sayur dan Sosialisasi Bercocok Tanam

  • Oleh Jurnalis Warga
  • 24 November 2020 - 19:15 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Nur Fitriya Eka Nanda merupakan seorang mahasisiwi prodi S1 Perbankan Syariah di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang ( UIN Walisongo Semarang ). Ia  merupakan salah satu mahasiswi di semester 7 dan saat ini ia juga tengah melaksanakan kegiatan KKN Reguler DR 75 yang diselenggarakan oleh UIN Walisongo. KKN kali ini sangat berbeda dibandingkan dengan kegiatan KKN ditahun – tahun sebelumnya karena dilakukan di tengah masa pandemi virus corona (covid-19).

Kondisi ini mengharuskan para mahasiswa melaksanakan  KKN didaerah atau rumah mereka masing - masing. Seperti yang dilakukan oleh Nur Fitriya Eka Nanda. Ia melakukan  KKN di tempat tinggalnya  di RT 13 Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun Kalimantan Tengan . 

Masih adanya imbauan untuk melakukan kegiatan dari rumah saja dan karena masih banyak warga yang khawatir untuk keluar rumah dan harus menemui kerumunan saat berbelanja di pasar tradisional, melihat situasi ini Fitri sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan KKN di sekitar daerah tempat tinggalnya berinisiatif mengadadakan kegiatan  KKN  dengan  pembagian bibit sayur mayur kepada warga di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, ia juga melakukan sosialisi edukasi kepada para warga tentang manfaat bercocok tanam di masa pandemi covid-19. 

"Manfaat bercocok tanam di masa pandemi covid-19 dapat membantu mengurangi tingkat stres. Dengan cara bercocok tanam membuat kita memiliki kegiatan baru yang mengasyikkan dan tidak monoton itu – itu saja seperti kegiatan – kegiatan sebelumnya," katanya. 

Kegiatan tersebut dinilai mudah kita lakukan dan tidak perlu memanfaatkan lahan yang luas. Cukup di pekarangan rumah yang sempit sekalipun dapat dengan mudah melakukan bercocok tanam. Selain itu, dengan bercocok tanam membuat pekarangan terlihat lebih hijau dan asri. Dengan melihat tanaman yang tumbuh subur juga berpengaruh kepada pikiran dan psikis. "Hati dan pikiran kita menjadi lebih tenang, nyaman dan fresh kembali.” 

Manfaat lain yang didapatkan dari bercocok tanam di masa pandemi covid-19 adalah hasil panen dari tanaman sayur mayur tersebut. "Nah, dengan cara beginilah setidaknya kita dapat meminimalisir untuk keluar rumah dan untuk bertemu dengan banyak orang diluar sana. Selain dapat dikonsumsi sendiri, jika hasil panennya melimpah  hhasil panen tersebut dapat dijual kembali kepada para tukang sayur yang melintas disekitar komplek perumhan,” katanya.

Ny Jamiah, seorang warga mengaku senang dengan adanya kegiatan KKN mahasiswa  di sekitar tempat tinggalnya. Karena membuat kegiatan masyarakat tempat tinggalnya jadi terbantu. “Saya juga menyukai ide mahasiswa, seperti kegiatan pembagian bibit tanaman sayur mayur sekaligus kegiatan sosialisasi edukasi tentang manfaat bercocok tanam," katanya.

Jamiah menambahkan kegiatan yang dilakukan  mahasiswa KKN dinilai bagus. Selain hasil panen dari sayur mayur yang nanti bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijual jika hasin panenya melimpah. "Kami juga dapat pelajaran tentang manfaat lain dari bercocok tanam dimasa pandemi, manfaatnya yaitu sebagai penghilang rasa penat, jenuh dan stress akibat bekegiatan dari rumah saja selama pandemi. Selain itu, kegiatan ini pun sangat mudah kami lakukan karena dilakukan di sekitar pekarangan rumah kami masing-masing dan tidak memerlukan lahan yang luas. Selain itu, waktunya juga fleksibel bisa dilakukan kapan saja karena dilakukan dipekarangan rumah sendiri, jadi tidak membutuhkan waktu yang lama dan tentunya masih bisa mengurus keluarga di rumah.”

Penulis: Nur Fitriya Eka Nanda/Mahasiswa S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, UIN Walisongo Semarang

Berita Terbaru