Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Metro Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kementerian PUPR Mulai Proses Lelang 1.900 Paket Pulihkan Ekonomi

  • Oleh ANTARA
  • 25 November 2020 - 04:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan sudah memulai proses pelelangan dini terhadap sekitar 1.900 paket yang masuk dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Sudah mulai sebulan yang lalu, sudah ada sekitar 1.900 paket yang masuk di SPSE, jadi sudah mulai berjalan," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Pembukaan Konstruksi Indonesia 2020 secara daring di Jakarta, Selasa.

Menurut Menteri Basuki, dengan melakukan pelelangan dini maka dapat mempercepat belanja modal sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga didukung oleh belanja pemerintah karena investasinya belum begitu meningkat dan konsumsi masyarakat juga masih rendah," ujar Menteri Basuki.

Ia menyampaikan kenaikan belanja pemerintah sebesar 15 persen telah berkontribusi terhadap perekonomian nasional sehingga terjadi perbaikan pada kuartal ketiga tahun ini.


"Belanja pemerintah yang naik 15 persen pada kuartal ketiga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi minus tiga persen," kata Menteri Basuki.

Pada kuartal III-2020 perekonomian Indonesia terkontraksi sebesar 3,49 persen (yoy) atau membaik dari triwulan sebelumnya yang terkontraksi 5,32 persen.

Ke depan Menteri Basuki mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk mempercepat belanja pemerintah agar perekonomian Indonesia dapat lebih baik lagi.

Dalam kesempatan sama Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan industri konstruksi menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur.

"Seperti yang disampaikan Presiden RI Jokowi (Joko Widodo), pembangunan infrastruktur adalah pondasi utama bangsa Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara lain, infrastruktur adalah pencipta lapangan kerja, infrastruktur menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, infrastruktur memperbaiki jaringan logistik, infrastruktur membangun peradaban dan infrastruktur mewujudkan keadilan sosial," ujarnya.

ANTARA

Berita Terbaru