Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Natuna Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

RAPBD Kotim 2021 Disahkan Secara Virtual

  • Oleh Naco
  • 26 November 2020 - 18:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2021 disahkan secara virtual. Pengesahan ini tentunyaa berbeda dibanding tahun sebelumnya yang dilakukan melalui paripurna tatap muka. 

Pengesahan dipimpin melalui sidang Paripurna langsung Ketua DPRD Kabupaten Kotim, Rinie Anderson. Sementara dari eksekutif hanya diwakili Asisten III yakni Imam Subekti.

Rinie menyebutkan, bahwasanya pengesahan dilakukan secara virtual lantaran mematuhi protokol kesehatan selain itu juga untuk menekan adanya penularan baru dikalangan pejabat pemerintah daerah. Apalagi belakangan ini angka positif Covid-19 terus mengalami peningkatan.

"Ini terpaksa dilakukan guna meredan dan mencegah adanya penularan baru. Jadi kita harus memutus mata rantai penularan Covid-19 ini," tukasnya, Kamis, 26 November 2020.

Rinie mengakui pihaknya sebenarnya tidak nyaman dengan sistem virtual. Namun karena kondisi memang mengharuskan demikian maka harus dilakukan.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan nota kesepakatan itu selanjutnya akan dilakukan evaluasi oleh Gubernur Kalteng. Setelah evaluasi dikembalikan maka akan ada perbaikan sesuai dengan arahan. Kemudian baru jadikan perda APBD Tahun 2021 mendatang. 

"Saya berharap apa yang sudah kita bahas dan sepakati hendaknya bisa terlaksana ditahun 2021 nanti," ucapnya.

Mereka kata dia mengakui APBD tahun 2021 nanti memang akan tidak sesuai ekspektasi pembangunan karena aspirasi sebagian konstituen di DPRD tidak bisa terlaksana berhubung kondisi anggaran yang memang mengalami penurunan.

APBD tahun anggaran 2021 dengan struktur anggaran yakni pendapatan sebesar Rp1.785.622.866.300. Pendapatan terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp276.725.263.000, pendapatan transfer sebesar Rp1.439.356.483.300 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp69.541.120.000. 

Belanja sebesar Rp1.863.883.474.600 yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1.253.020.702.538, belanja modal sebesar Rp348.077.465.482, belanja tidak terduga sebesar Rp1.000.000.000 dan belanja transfer sebesar Rp261.785.306.580. 

Berita Terbaru