Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kutai Timur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tidak Hanya Kepala Sekolah dan Guru, Namun Ada Juga ASN Lain di Pedalaman akan Dipecat

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 30 November 2020 - 15:11 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Tidak hanya kepala sekolah dan guru yang akan diproses pemecatannya, namun ada juga sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) lain yang bertugas di pedalaman namun tidak bekerja sesuai tugas yang akan dipecat. 

"Yang pasti lebih dari 1 orang ASN, karena mereka tidak masuk bekerja dalam waktu yang lama," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Senin, 30 November 2020. 

Upaya pemecatan tersebut sudah dilakukan oleh pihaknya. Bahkan Supian sudah memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk melakukan prosesnya. Karena sejumlah nama-nama sudah dikantongi olehnya secara langsung. 

"Laporan terkait itu saya terima langsung dari warga di pedalaman, terutama pada 3 kecamatan. Namun saya tidak menyebutkan nama dan instansinya," katanta. 

Supian sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi. Karena seharusnya ASN bisa mengabdi dan menjadi pelayan bagi masyarakat. Baik dibidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Sesuai sumpah janji dan tugasnya saat dilantik menjadi seorang abdi negara. 

Dia juga menyayangkan ada kepala sekolah yang dalam setahun hanya masuk sekitar 1 bulan saja. Sedangkan 11 bulan sisanya tidak pernah datang ke desa tempat dirinya bertugas. 

Selain itu ada juga bidan dan perawat yang hanya masuk sepekan 1 kali atau 2 pekan sekali. Sehingga, hal itu sangat dikeluhkan masyarakat. Karena keperluan berobat atau sakit tidak ada jadwal. 

"Sakit tidak berjadwal, kalau petugas kesehatannya datang seminggu atau setengah bulan sekali,  bagaimana masyarakat mau berobat," terangnya. 

Dia akan memberikan sanksi tegas kepada ASN dengan harapan nantinya bisa menjadi contoh bagi para ASN lain, agar tidak melakukan hal yang sama. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

Berita Terbaru