Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Balikpapan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

BI Dorong Pemda se-Kalteng Optimal Serap Belanja

  • Oleh ANTARA
  • 03 Desember 2020 - 19:55 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya  - Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah mendorong seluruh pemerintah daerah (Pemda) yang ada di wilayah setempat, agar melakukan berbagai stimulus dalam mengkatalis lesunya roda perekonomian sejak adanya pandemi virus Corona atau COVID-19.

Stimulus itu bisa melalui pengoptimalan realisasi belanja pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di waktu tersisa tahun anggaran 2020, kata Kepala BI Perwakilan Kalteng Rihando saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia melalui virtual di Palangka Raya, Kamis.

"Penyerapan realisasi belanja yang tepat, dapat berdampak positif mendorong aktivitas produksi dan memperbaiki pendapatan masyarakat," katanya.

Dikatakan, dalam rangka mendorong penyerapan realisasi anggaran yang cepat dan mudah, penerapan elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP) dapat dilakukan. ETP tersebut juga memberikan beberapa manfaat bagi pemda dalam mengoptimalkan kinerja.

Rihando mengatakan, manfaat ETP tersebut dimulai dari memperkuat efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan negara, meningkatkan kualitas pelayanan publik, baik kecepatan transaksi keuangan dan transparansi, mencegah kebocoran pelayanan publik, serta mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital.

"Kebijakan-kebijakan yang dapat menjaga kinerja pertumbuhan ekonomi juga perlu dilakukan oleh Pemda se-Kalteng. Salah satu yang bisa dilakukan yakni kebijakan mengarah pada Social Safety Net," ucapnya.

Social Safety Net merupakan kebijakan yang mengarah pada penyediaan dan penyaluran dana bantuan usaha bagi para pelaku UMKM dan pekerja harian, mendorong transaksi Elektronik, bansos/bazar murah, serta memberikan keringanan pajak bagi industri, pelaku pariwisata serta sektor yang terdampak lainnya.

Kepala BI Perwakilan Kalteng itu mengemukakan, perkembangan terkini mengindikasikan perbaikan ekonomi mulai terlihat di beberapa negara, seperti di Tiongkok, Jepang, dan sejumlah negara Eropa. Kondisi itu didorong dari dampak penyebaran pandemi COVID-19 relatif dapat dikendalikan, dan stimulus kebijakan fiskal yang besar.

"Ini menjadi momentum yang baik bagi perekonomian Kalimantan Tengah yang masih berbasis komoditas," kata Rihando.

Disamping itu, penerapan protokol dan penyesuaian dunia usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat juga menjadi poin yang harus tetap dijaga dan kawal secara bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi.

Berita Terbaru