Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pesisir Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Analisis Danareksa Sekuritas Analisa Saham PT Sawit Sumbermas Sarana

  • Oleh Testi Priscilla
  • 05 Desember 2020 - 17:45 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS telah melakukan berbagai kebijakan strategis dalam melewati berbagai tantangan guna mengakhiri tahun 2020 dengan pencapaian yang positif.

Ini analisa saham SSMS Menurut Analisis Danareksa Sekuritas, Andreas Kenny, seperti dimuat dalam Newsletter PT SSMS edisi 3 tahun 2020.

"SSMS memiliki salah satu perkebunan yang terletak dan dipelihara terbaik di Indonesia, berdasarkan area yang berdekatan dan wilayahnya dekat dengan kilang dan dermaga. Hasilnya adalah struktur biaya yang efisien, minyak berkualitas tinggi dan metrik perkebunan terbaik di kelasnya," kata Andreas.

Rata-rata usia muda 11 tahun pada tahun 2020 menurut Andreas mendukung produksi TBS inti untuk tumbuh sebesar 3,7% CAGR 20-22F dengan belanja modal minimal yang diperlukan, menghasilkan profitabilitas yang kuat untuk tahun-tahun mendatang.

"Kami memperkirakan laba inti meningkat 13,0% CAGR20-22F. FCF yang dihasilkan akan digunakan untuk mengurangi pembukuannya sebesar Rp1,3 triliun. Sementara konsolidasi internal kilang grup berpotensi membawa penghematan pajak meskipun margin dilutif, sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi Citra Borneo Indah Grup. Kami memulai cakupan dengan TP Rp1.200/saham dengan memanfaatkan kelipatan EV/ha rata-rata -0.5STD sebesar USD16.1rb yang diterapkan pada 73k ha area inti yang ditanami pada tahun 2021F," tuturnya.

Aset perkebunan yang muda, terawat dan strategis. Semua aset SSMS mulai dari perkebunan hingga dermaga terletak dalam jarak 60 km dan berada di bidang yang relatif datar, dengan kondisi ideal untuk perkebunan. Geografi dan perawatan yang tepat atas seluruh aset menyebabkan TBS tumbuh pada 8,6% CAGR15-19, yang merupakan yang tertinggi di antara kompetitor yang terdaftar karena usianya yang masih muda, berlanjut ke 3,7% CAGR20-22.

"Kami mengasumsikan asumsi harga MYR2.550 flat untuk 2020-23F, kami memperkirakan angka penjualan akan tumbuh dari IDR4.3 triliun pada tahun 2020 dan IDR4.7 triliun pada tahun 2022," tuturnya.

SSMS sebagai bagian dari Citra Borneo Indah grup akan berpartisipasi dalam strategi grup jangka panjang baru yang ditetapkan oleh konsultan PWC. Saat ini SSMS memiliki 19% saham di Citra Borneo Utama (refenery) dan 49% Surya Borneo Industri (kawasan industri) untuk melunasi sebagian dari saldo pihak berelasi (DFRP), dan selanjutnya akan dikonversi untuk memegang 100% kepemilikan sebagai bagian dari penyelesaian. Mulai BUY, TP Rp1.200.

Karena perusahaan yang dirawat dengan baik dan perkebunan yang masih muda ditambah dengan peningkatan tata kelola perusahaan dari pelaksanaan arahan strategis baru.

"Kami menerapkan target -0.5STD EV/ha pada USD16.1k/ha dengan menerapkan 73.0k ha area inti yang ditanami, menghasilkan Rp1.200/saham 2021 TP, TP kami menyiratkan 21,1x PE inti 2021 dan 2,3x PBV," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru