Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Cianjur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini Beragam Protokol Kesehatan yang Wajib Dilaksanakan Masyarakat saat Mencoblos di TPS

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 05 Desember 2020 - 18:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang memang berlangsung di tengah pandemi covid-19. Untuk itu, masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan saat mencoblos di TPS.

"Kami bekerjasama dengan Satgas Covid-19 dan Polres Kotim terkait penerapan protokol kesehatan di TPS guna mencegah penyebaran covid-19," ujar Ketua KPU Kotim Siti Fathonah, Sabtu, 5 Desember 2020.

Protokol kesehatan dijalankan secara ketat dalam pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 itu. 

Lokasi antrean dan tempat duduk pemilih diatur dengan jarak sesuai aturan protokol kesehatan. Bahkan aparat kepolisian bukan hanya bertugas mengamankan, namun juga mengingatkan pemilih untuk taat protokol kesehatan.

Pemilih yang datang wajib mencuci tangan, diperiksa suhu tubuhnya, serta menggunakan sarung tangan yang sudah disediakan. 

Tinta tanda sudah menggunakan hak pilih diberikan dengan cara ditetesi, bukan dicelupkan seperti biasanya.

Usai memberikan hak pilih, warga diarahkan untuk kembali mencuci tangan sebelum meninggalkan TPS.

Selain itu, cek suhu tubuh sebelum memasuki TPS juga dilakukan. Jika ada pemilih yang suhu tubuhnya mencapai 37,3 derajat celsius atau lebih, maka akan diarahkan untuk menggunakan hak pilih di tempat khusus yang sudah disiapkan.

"Untuk tindak lanjut terhadap pemilih bersuhu tubuh di atas 37,3 derajat. Maka akan dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kotim guna tindak lanjutnya," kata Fathonah. 

Sedangkan saat hendak datang ke TPS, pemilih disarankan atau dianjurkan datang sesuai waktu yang sudah diatur petugas atau surat undangan pemilihan. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kerumunan di TPS.

"Semua sudah dipersiapkan dan akan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan," terang Fathonah. 

Tidak hanya masyarakat, jajaran KPU Kotim yang bertugas wajib non reaktif rapid test. Sehingga, masyarakat yang datang juga merasa aman dan tidak was-was.

"Kita semua tentu berharap, tidak ada muncul penularan Covid-19 pada saat Pilkada 9 Desember 2020 mendatang," harap Fathonah.

Pihaknya juga sudah menggelar simulasi pemungutan suara langsung yang akan melibatkan masyarakat sesuai daftar pemilih. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru