Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Minahasa Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Begini Modus Penipu Yang Mengaku Pejabat Bea Cukai Untuk Memperdayai Korbannya

  • Oleh Wahyu Krida
  • 15 Desember 2020 - 16:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dari beberapa laporan penipuan yang masuk pada Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, rata-rata pelaku kejahatan tersebut menggunakan modus memberikan hadiah dan kemudian menakut-nakuti korbannya.

Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pangkalan Bun, Yuli Wijayanto pada Selasa, 15 Desember 2020 mengatakan, dari laporan beberapa masyarakat yang datang ke kantornya, rata-rata para korban mengaku diberikan hadiah oleh kenalannya di luar negeri.

"Biasanya mereka kenal dari medsos. Setelah akrab, orang dari luar negeri tersebut kemudian memberikan hadiah dan mengirimkannya ke Indonesia," jelas Yuli Wijayanto.

Selang beberapa lama, lanjut Yuki Wijayanto, warga kemudian ditelepon oleh seseorang yang mengaku pejabat Bea Cukai bahwa ada barang kiriman dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan ditahan pihak Bea Cukai.

"Saat itu si penipu mengatakan bahwa barang yang dikirim, merupakan barang yang dilarang masuk Indonesia. Orang yang mengaku pejabat Bea Cukai tersebut mengatakan ia bisa membantu menguruskan agar barang itu bisa lolos pemeriksaan bila warga tersebut mengirimkan sejumlah uang ke rekening pribadi yang dikirimkan sang pejabat gadungan," jelas Yuli Wijayanto.

Tetapi, lanjut Yuli Wijayanto, bila warga menolak membayar dan menerima barang tersebut, orang yang mengaku pejabat Bea Cukai lantas menakut-nakuti bahwa warga bisa berurusan dengan hukum.

"Biasanya si penipu mengeluarkan ancaman bahwa bila tidak ada uang yang ditransfer pada rekening yang dikirimkannya, maka warga bakal dilaporkan pada aparat hukum lantaran barang tersebut tergolong barang yang tidak boleh masuk Indonesia. Karena ketakutan berurusan dengan hukum, ada warga yang melakukan transfer uang ke kerekening yang diberikan si penipu," paparnya.

Yuli Wijayanto mengingatkan, bila ada warga Kabupaten Kobar yang merasa menerima telepon dari orang yang mengaku pejabat atau staf bea cukai lantaran ada barang kirim atau sebaiknya, jangan pernah mempercayai ucapannya.

"Jangan pernah takut atas ancaman yang dilontarkan orang yang tidak bertanggung jawab itu. Untuk memastikan, lebih baik datang langsung ke kantor Bea Cukai Pangkalan Bun. Jadi kami juga bisa memberikan sosialisasi dan informasi yang benar agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan," tutu Yuli Wijayanto. (WAHYU KRIDA/B-7)

Berita Terbaru