Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Banggai Laut Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalteng Meninggal Diduga Akibat Covid-19

  • Oleh Testi Priscilla
  • 27 Desember 2020 - 09:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Esau A Tambang tutup usia diduga lantaran positif Covid-19. Belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun dari Rumah Sakit Doris Sylvanus tempat Esau dirawat namun seliweran informasi sudah beredar melalui status-status belasungkawa di akun pribadi media sosial Esau.

"Hanya Istrinya dan anak yang diperbolehkah hadir. Nanti akan ada prosesi doa dan prosedur pasien Covid-9 bagi Pak Esau di Ruang Kamboja RSUD dr Doris Sylvanus pukul 10.00 WIB ini," kata Iis Agnes, Ibu Gembala di Gereja tempat Esau menjadi jemaat.

Menurut Iis, Esau sudah seperti adiknya sendiri karena itu dirinya tidak berpikir dua kali untuk datang dan memimpin doa terakhir bagi sosok yang dikenal secara luas sebagai orang baik ini.

Pantauan Borneonews, beberapa hari belakangan Esau masih sempat membaharui status di media sosialnya perihal sakit Covid-19 yang dialaminya. Pada tanggal 24 Desember Esau sempat menuliskan status mengenai keadaannya yang lemah namun tetap didampingi sang istri.

"Makna Natal 2020 benar-benar nyata dalam kehidupanku. Menjadi seorang bayi yang lemah terberdaya dipelihara. Dipasangi pokok. Terimakasih istriku cintai," tulis Esau yang dikomentari 178 kali.

Lalu pada hari yang sama, Esau juga membuat status kembali dengan menampilkan fotonya sedang menggunakan oksigen untuk membantu bernafas dan dibarengi tulisan yang berbunyi, "Strartrek 2020 Jadikanku lebih baik. Selamat Natal 2020 semua, Tuhan sayang kita semua. Amin," katanya.

Kepala Sekretariat Panitia Masyarakat Hukum Adat Provinsi Kalimantan Tengah, Esau Tambang.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Esau A Tambang semasa hidup.

Status itu kemudian dia bagikan kembali pada 20 jam yang lalu dengan masih menggunakan gaya berguraunya yang khas.

"Status tersebut masih biasa kilau hureh (seperti bercanda)... walau sebujur (sebenarnya) kondisi sebenarnya lebih parah dan mengkhawatirkan tuh jadi andau ke 10 (ini sudah hari ke-10)," tulisnya.

Caption itu masih berlanjut menggunakan bahasa Dayak Ngaju dengan bunyi, "mulut rasanya kering kerontang, makan tidak berselera. Kalau obat-obat serta pelayanan terbaik tidak perlu diragukan. Mohon tetap dukungan doa saudaraku semua," tulisnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru