Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pelalawan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Hujan Deras, Peringatan Pertempuran 14 Januari 1946 Tetap Berlangsung Khidmad

  • Oleh Wahyu Krida
  • 14 Januari 2021 - 13:35 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun kota Pangkalan Bun dan sekitarnya diguyur hujan deras, Kamis, 14 Januari 2021, namun upacara peringatan pertempuran 14 Januari 1946 yang digelar di Halaman Kantor Badan Kesbangpol Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tetap berlangsung khidmad.

Upacara peringatan momen bersejarah yang terjadi di Kecamatan Kumai tersebut dipimpin oleh Bupati Kobar Nurhidayah dan diikuti oleh Ketua DPRD Kobar Rusdi Gozali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kobar tokoh masyarakat bdan ahli waris para pejuang yang terlibat dalam peristiwa bersejarah itu.

Bupati mengatakan dalam peringatan Pertempuran 14 Januari 1946 tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya digelar di Pelabuhan Pngkima Utar, Kecamatan Kumai.

"Hal ini terkait pandemi covid-19 yang masih terjadi di Kobar yang hingga kini masih  belum berakhir. Walaupun tidak semeriah seperti tahun sebelumnya, namun makna dari kegiatan ini yang perlu kita ambil dalam rangka mengenang jasa-jasa para pahlawan pertempuran 14 januari 1946 yang telah gugur mendahului kita," jelas Bupati 

Menurut Bupati, setiap tahun pada tanggal 14 Januari, Kecamatan Kumai selalu memperingati sebuah peristiwa perjuangan kemerdekaan, yang dikenal dengan peristiwa pertempuran 14 januari 1946. 

"Pertempuran ini menjadi salah satu bagian dari sejarah perjuangan bangsa indonesia, dalam mempertahankan kemerdekaannya dari penjajahan asing masa itu. Sebagai generasi penerus, kita jangan sampai melupakan peristiwa bersejarah tersebut, dimana para pejuang kemerdekaan, mempertaruhkan segenap jiwa dan raganya, demi menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah dari para penjajah yang ingin menguasai daerah kumai dan sekitarnya pada khususnya dan tanah air," jelas Bupati.

Karena itulah, lanjut Bupati, kita sebagai generasi penerus sudah semestinya menyadari dan memahami tentang makna penting sebuah kemerdekaan bagi kehidupan suatu bangsa. 

"Dengan kemerdekaan berarti suatu bangsa mendapatkan suatu kebebasan. Bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing, serta bebas menentukan nasib bangsa sendiri. Bertepatan dengan peristiwa pertempuran 14 Januari 1946 ini, kita semua diajak untuk kembali merenung, kembali berpikir tentang peran serta kita dalam mengisi kemerdekaan, khususnya di Kecamatan Kumai yang pada saat itu dipelopori oleh Panglima Utar dan para pejuang lainnya," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/B-5)

Berita Terbaru