Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Pasuruan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pertahankan Sisa Hutan yang Ada di Kotim

  • Oleh Naco
  • 17 Januari 2021 - 20:31 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana menyebutkan banjir di Kalimantan Selatan harus jadi pembelajaran bagi Kabupaten Kotim.

Terkhusus untuk semua pihak terkait untuk memperhatikan dan mempertahankan sisa hutan yang ada supaya tidak lagi digarap dan dikonversi menjadi lahan perusahaan perkebunan sawit.

“Banjir ini terjadi sangat memprihatinkan, saudara kita di Kalimantan Selatan saat ini sedang susah. Banyak pelajaran berharga yang kita petik dari sana," katanya, Minggu, 17 Januari 2021.

Salah satunya adalah mengenai ketersedian hutan sebagai tempat resapan itu hukumnya wajib dipertahankan. "Tidak ada lagi perluasan perkebunan kelapa sawit yang membabat sisa hutan kita,”tegasnya.

Menurutnya, lokasi rawan banjir di Kotim setiap tahunnya ada terdapat di 10 kecamatan, 14 kelurahan dan 65 desa. Lokasi rawan banjir itu sebagian besar di wilayah Utara atau kawasan hulu Sungai Mentaya.

Banjir juga rawan terjadi di kawasan Kota Sampit yang meliputi Kecamatan Baamang dan MB Ketapang.

Pemicunya adalah kurang maksimalnya fungsi drainase sehingga air sering meluap ke jalan dan permukiman saat hujan deras, apalagi jika bersamaan dengan sungai sedang dalam kondisi pasang.

Disinggung mengenai sisa hutan, Syahbana menyebutkan sudah diangka kritis. Meski belum mengetahui persis berapa besar berkurangnya kawasan hutan di Kotim.

Politisi Nasdem ini mengaku hanya mendapat informasi saja bahwa sisa hutan di Kabupaten Kotim ini sekitar 25 persen. (NACO/B-6)

Berita Terbaru