Aplikasi Pilgub (Pemilihan Gubernur) Propinsi Jambi Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

DPRD Kotim Minta Kendaraan Besar Jangan Lagi Melintasi Dalam Kota

  • Oleh Naco
  • 18 Januari 2021 - 16:05 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) meminta jangan ada lagi kendaraan bertonase besar melintas di dalam Kota Sampit. Mereka merasa kesal lantaran jalan di dalam kota rusak parah.

"Saya tidak mau tahu, pokoknya tidak ada lagi kendaraan angkut membawa beban berat masuk ke dalam kota Sampit," kata Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Pardamean Gultom dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Paripurna DRPD Kotim, Senin 18 Januari 2021. 

Gultom secara tegas mengatakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotim telah memaparkan kondisi jalan yang ada di Kotim beserta panjangnya, bahkan ditambahkan penjelasan terkait jalan provinsi, kabupaten dan nasional.

Ia menilai, banyak persoalan yang dihadapi terkait kondisi jalan di Kotim ini. Namun satu hal yang perlu jadi atensi Dishub terkait penegakan peraturan.

"Harapan kita setiap perusahaan-perusahaan termasuk yang di depan Jalan Pandawa di Jenderal Sudirman itu yang sering parkir di pinggir jalan jangan lagi. Itu menggangu lalu lintas dan juga keselamatan. Ada juga di bundaran KB parkir sembarangan," ucapnya kesal.

Kondisi demikian kata dia harus menjadi catatan khusus untuk penegakan peraturan terutama di Dishub. Bahkan tentang jalan di lingkar selatan, ada empat titik yang parah dan kelemahan ini ada pada pemerintah kabupaten.

"Saya pikir perlu adanya alternatif, menurut saya Jalan Kapten Mulyono jangan dilintasi lagi karena sudah rusak. HM Arsyad juga jangan dilintasi melebihi tonasenya, harus dari lingkar selatan. Masalah jalan rusaknya mau itu konsorsium ataupun jembatan timbang terserah saja," tegasnya.

Menurutnya, kalau menunggu masalah regulasi tidak akan selesai permasalahan jalan rusak ini. Bahkan ada yang meninggal karena kecelakaan tunggal di jalan berlobang di sana.

"Kenapa tidak kita laterit terlebih dahulu jalan tersebut. Jangan terus dibiarkan masalah jalan ini," tegasnya. 

Apalagi kata dia saat ini curah hujan sedang tinggi, parit tidak lancar lagi, sehingga mengakibatkan banjir. Itu juga menyumbang cepatnya rusak jalanan di Kota Sampit ini.

Berita Terbaru