Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Cianjur Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Residivis Lakukan Pencabulan Saat Mengetahui Orang Tua Korban Tidak Ada di Rumah

  • Oleh Naco
  • 19 Januari 2021 - 16:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pria 22 tahun melakukan tindakan asusila kepada pelajar SMP yang masih berumur 14 tahun saat mengetahui orang tua korban tidak ada di rumah.

"Waktu itu saya mau ke tempat teman, melihat korban mengayunkan adiknya, karena tidak ada orang tuanya saya masuk ke rumahnya," ucap tersangka.

Saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur tersangka mengaku masuk ke rumah korban lewat pintu belakang.

Korban dipaksa melakukan tindakan oral setelah diancam akan dipukul dan diminta jangan teriak. Bahkan sebelum perbuatan itu dilakukan korban sempat dipukul di bagian kepala.

Setelah sekitar 5 menit melakukan tindakan cabul, korban teriak hingga ayahnya yang tidak jauh dari TKP mendengar dan langsung menghampiri korban yang sedang menangis.

Data yang diperoleh, Selasa, 19 Januari 2021 terkuak kalau perbuatan itu dilakukan tersangka pada Kamis, 12 November 2020 sekitar pukul 15.00 WIB.

Perbuatan tersangka dalam kondisi mabuk itu dilakukan di bawah pohon karet di desa wilayah Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dari catatan kriminalnya ini kasus kedua yang dilakukan oleh tersangka.

Mengetahui anaknya diperlakukan demikian, ayah korban tidak terima dan melaporkan tindakan asusila tersebut, hingga kembali menyeret tersangka untuk kedua kalinya berurusan dengan hukum.

Atas perbuatannya itu pria yang tidak tamat SMP tersebut dibidik dengan Pasal 82 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak Jo pasal 64 KUHP. (NACO/B-6)

Berita Terbaru