Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Bulungan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Petani di Barito Utara Tanam Cabai dengan Sistem Mulsa Plastik

  • Oleh ANTARA
  • 21 Januari 2021 - 06:20 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh - Kelompok Tani Berkat Setia Desa Trinsing Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melakukan kegiatan tanam cabai rawit dengan sistem mulsa plastik sebanyak 50.000 lubang tanam.

"Tanam cabai ini diharapkan dapat memotivasi semangat dan ketekunan para petani untuk bersungguh-sungguh menekuni kegiatan usaha taninya," kata Pelaksana Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Syahmiludin A Surapati di Muara Teweh, Selasa, 19 Januari 2021.

Sistem mulsa plastik adalah penggunaan lembaran platik yang dilubangi sebagai penutup lahan tanaman budi daya yang bertujuan untuk melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembaban dan struktur tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma.

Tanaman dengan cara menggunakan mulsa ini kelembabannya terjaga karena mengurangi penguapan tanah dan petani tidak perlu merumput lagi, karena pertumbuhan rumput terkendali.

"Kita harapkan hasil panennya lebih banyak dibanding dengan cara tanaman biasa, sehingga sistem ini bisa menjadi alternatif bagi petani untuk menanam cabai," katanya.

Dari hasil peninjauan dan diskusi bersama dengan beberapa petani yang memiliki usaha tani cabai rawit, ternyata harga cabai saat ini sangat menjanjikan dan memberikan pendapatan yang cukup menguntungkan.

Untuk harga beli cabai rawit yang langsung di kebun petani berkisar antara Rp75.000 hingga Rp80 ribu per kilogram . Sementara kalau di pasaran sudah mencapai Rp120 ribu/kg.

"Dari hasil pembicaraan dengan pemilik tanaman cabai dijelaskan secara gamblang bahwa semua hasil panen selalu dibeli oleh penampung yang datang langsung ke kebun petani," kata dia.

Syahmiludin mengatakan, bahwa teknik penanaman dan perawatan tanaman cabai rawit, sebetulnya relatif mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun. Lahan untuk tempat penanaman juga tidak harus luas apalagi sekedar skala rumah tangga.

Lahan-lahan kosong yang ada di perkarangan rumah pun dapat dimanfaatkan bahkan bagi yang sama sekali tidak memiliki lahan, maka untuk kegiatan usaha tani cabai rawit dalam polybag/pot bagi juga bisa di lakukan.

"Kalau kita melihat fakta yang ada didaerah kita, masih cukup banyak lahan-lahan yang ada disekitar rumah dibiarkan kosong tidak produktif," kata dia.

Mestinya, lahan-lahan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal dan ditanami dengan tanaman-tanaman yang bisa mengurangi beban biaya pengeluaran rumah tangga.

"Selain itu juga bisa untuk membantu memberi tambahan penghasilan bagi kita," kata Syahmiludin.

ANTARA

Berita Terbaru