Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Bitung Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

BI: Pemulihan Bergantung Pada Kecepatan Implementasi Kebijakan

  • Oleh ANTARA
  • 22 Januari 2021 - 14:20 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa realisasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi akan bergantung pada kecepatan implementasi berbagai kebijakan dalam rangka menanggulangi dampak pandemi COVID-19.

Perry menuturkan optimisme BI untuk tahun ini tergambar melalui proyeksi yang dilakukan terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu mencapai di kisaran 4,8 persen sampai 5,8 persen.

“Tergantung pada bagaimana kecepatan implementasi berbagai kebijakan. Semakin efektif maka akan semakin lebih tinggi di atas 5 persen,” katanya dalam acara bertajuk Membangun Optimisme Pasca Pandemi COVID-19 di Jakarta, Jumat.

Perry mengatakan optimisme terhadap pemulihan ekonomi nasional akan dicapai melalui beberapa sumber yaitu ekspor, fiskal, konsumsi, hingga investasi.

Ia menyebutkan ekspor yang tahun lalu mencapai 16,5 miliar dolar AS atau tumbuh 14,6 persen merupakan tertinggi sejak 2013 karena permintaan terutama ke China, negara-negara ASEAN, dan AS meningkat.

“Ekspor ini akan menjadi daya dukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Kemudian investasi bergantung pada kebijakan pemerintah yang salah satunya berupa Undang-Undang Cipta Kerja sehingga mampu mendorong penanaman modal asing ke Indonesia.

Untuk konsumsi, menurut Perry mulai meningkat namun tidak secepat perkiraan pemerintah karena sangat bergantung pada bantuan sosial (bansos) dan mobilitas.

“Kemarin menjelang akhir tahun mobilitas naik, konsumsinya naik, sekarang ada PSBB jadi agak menurun sedikit,” katanya.

Perry menyatakan perbaikan ekonomi Indonesia tahun ini juga akan didukung oleh stabilitas makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.

Ia menyebutkan inflasi tahun ini diperkirakan terkendali yaitu 3 persen plus minus 1 persen, defisit transaksi berjalan minus 1 persen sampai 2 persen dari PDB, kredit 7 persen sampai 9 persen, serta dana pihak ketiga 7 persen sampai 9 persen.

Oleh sebab itu, Perry pun mengajak pemerintah, masyarakat, dan otoritas terkait untuk tetap selalu optimis terhadap outlook perekonomian nasional tahun ini meskipun masih terdapat pandemi.

“Ini adalah beberapa ringkasan dari outlook 2021 yang mendasari kami untuk tetap optimistis. Mari kita bangun optimisme bagi pemulihan ekonomi,” tegasnya.

ANTARA

Berita Terbaru