Aplikasi Pemetaan Suara & Manajemen Pemenangan Pilkada

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pengrajin Tahu di Kuala Pembuang Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai

  • Oleh Fahrul Haidi
  • 25 Januari 2021 - 10:20 WIB

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Pengrajin tahu dan tempe di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan mengeluh  akibat naiknya harga kedelai, yang menjadi bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe.

Ismi, salah satu pengrajin saat ditemui di tempat produksinya mengaku, kenaikan harga kedelai ini sudah berlangsung sejak awal Januari 2021.

Harga kedelai yang saat ini naik dirasa cukup membebani para pengrajin usaha tahu dan tempe, karena cukup berimbas pada pendapatan yang di perolehnya.

Saat ini harga kedelai yang dipasok dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, diperoleh dengan harga Rp 490 ribu kemudian ditambah ongkos angkut hingga Kuala Pembuang harganya menjadi Rp 500 ribu untuk sak ukuran 50 kg.

“Harga memang beberapa kali mengalami kenaikan dari  sebelumnya Rp 375 ribu persak, naik menjadi Rp 450 ribu dan terakhir ini harga sudah Rp 490 ribu,” ungkapnya, Senin 25 Januari 2021.

 

Untuk mengatasi semakin tingginya biaya produksi,  pengrajin yang kebetulan menjual tahu goreng untuk keperluan pedagang pentol keliling, terpaksa menaikan harga.

“Terpaksa kita mengambil kebijakan untuk menaikan sedkit harga tahu goreng yang di jual, lantaran selain kedelai naik, saat ini minyak goreng juga ikut naik,” jelasnya.

Sebagai pengrajin, ia berharap agar pemerintah bisa mengendalikan harga kedelai, sehingga tidak ikut berimbas pada pengrajin tahu dan tempe.

“Mudah-mudahan tidak naik lagi, karena saat ini pun cukup memberatkan kami, ditambah dengan adanya pandemi Covid-19,  sudah sangat terasa dampaknya,” tandasnya. (FAHRUL/B-7)

Berita Terbaru