Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Karo Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Bonus Demografi di Kalteng, Peluang atau Ancaman

  • Oleh Penulis Opini
  • 25 Januari 2021 - 16:30 WIB

BADAN Pusat Statistik baru saja merilis hasil dari kegiatan Sensus Penduduk 2020. Sebuah hajat besar negara yang berusaha menyediakan data, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk di Indonesia. Dalam hasil rilisnya, BPS mencatat bahwa saat ini jumlah penduduk Indonesia ada sekitar 270,20 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 32,56 juta dibandingkan tahun 2010. 

Di Kalimantan Tengah sendiri, tercatat ada 2,67 juta penduduk. Jumlah ini meningkat 20,81 persen dibandingkan tahun 2010. Mayoritas penduduk Kalimantan Tengah terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kota Palangka Raya. Jumlah penduduk laki-laki ada sebanyak 1,39 juta jiwa atau sekitar 51,9 persen dari total penduduk yang ada diwilayah Kalimantan Tengah.

Ada banyak hal menarik yang terlihat dari komposisi penduduk di Kalimantan Tengah.  Jumlah penduduk yang lahir ditahun 1997-2012 (rentang usia saat ini 8-23 tahun) atau dikenal dengan Generasi Z, tercatat mencapai hampir sepertiga dari total penduduk yang ada di Kalimantan Tengah.  

Selanjutnya untuk penduduk yang lahir ditahun 1981-1996 (rentang usia saat ini 24-39 tahun) atau dikenal dengan Generasi Millenial mencapai 27,94 persen dari total penduduk di Kalimantan Tengah. Sehingga apabila ditotalkan Generasi Z dan Generasi Millenial mendominasi komposisi penduduk di Kalimantan Tengah dengan persentase sebesar 58,05 persen. Persentase ini bahkan melebihi persentase Generasi Z dan Generasi Millenial pada level nasional, yakni 53,81 persen. 

.

Penduduk usia produktif atau mereka yang berada pada rentang usia 15-64 tahun ada sebanyak 71,4 persen.  Jumlah penduduk lansia atau berada diusia 65 tahun keatas hanya 3,7 persen. Sisanya sebanyak 24,9 persen merupakan penduduk usia 0-15 tahun.

Kondisi ini benar-benar menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah sedang berada pada masa Bonus Demografi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa Bonus Demografi adalah kondisi ketika masyarakat usia produktif lebih banyak daripada masyarakat  usia non produktif.  Usia produktif yang dimaksud disini ialah mereka dengan rentang usia 15-64 tahun. Sedangkan, penduduk usia non produktif adalah mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Banyak keuntungan yang didapat dari kondisi Bonus Demografi, namun ancaman yang juga dihasilkan tidak dapat dianggap remeh. Banyak pakar yakin, bahwa kondisi demografi mampu membawa suatu daerah menjadi lebih maju.  Hal ini didasarkan fakta bahwa daerah dengan dominasi penduduk usia produktif berpeluang untuk memberikan produktivitas yang jauh lebih baik.

Selain itu kondisi ini memberikan peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan tawaran tenaga kerja secara melimpah. Meningkatnya produktivitas suatu daerah karena dominasi penduduk usia produktif, tak ayal membawa perekonomian di daerah tersebut menjadi lebih baik. Namun perlu dicermati, bahwa daerah dengan Bonus Demografi yang tinggi berpotensi menghasilkan tingkat pengangguran yang tinggi.

Ketidakmampuan tenaga kerja mengadapi kondisi pasar karena rendahnya pendidikan, ketiadaan keahlian, atau ketidakcocokan keterampilan menjadi masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Pasar tenaga kerja di Kalimantan Tengah yang kurang kompetitif malah justru akan membawa permasalahan baru di Kalimantan Tengah. 

Tidak hanya itu, permasalahan tenaga kerja juga terjadi dengan kemunculan berbagai start-up digital sebagai hasil dari Revolusi Industri 4.0. Kehadiran start-up yang mempermudah kehidupan manusia dengan kemudahan informasi secara lengkap dan cepat hingga membeli barang secara daring menyebabkan terjadinya gap pada pasar tenaga kerja. Nyatanya jika pasar tenaga kejar di Kalimantan Tengah tidak terserap, pengangguran dan tindak kriminalitas pasti akan meningkat. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya dalam memanfaatkan Bonus Demografi, antara lain sebagai berikut.

Berita Terbaru