Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sintang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Lintas Jalan Pangkalan Bun - Kolam Masih Perbaikan, Berat Angkutan dan Muatan Dibatasi Maksimal 6 Ton

  • Oleh Wahyu Krida
  • 29 Januari 2021 - 22:15 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kemacetan di jalur Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama terjadi pasca banyaknya angkutan bertonase di atas 8 ton yang melintas, Jumat, 29 Januari 2021.

Terkait itu, Kepala Dinas PUPR Kobar Juni Gultom mengatakan, untuk mengurai kemacetan sementara, ruas jalan di bagian samping yang sudah ditimbun dibuka untuk pengguna jalan.

"Pembukaan berdasarkan tinjauan lapangan sambil menunggu proses perbaikan lanjutan satu titik sepanjang 200 meter yang dimulai akhir Maret 2021 dengan anggaran dari Provinsi Kalteng sekitar Rp 12 miliar. Menurut PUPR Kalteng rencananya konsruksi titik jalan sepanjang 200 meter yang masih dalam proses perbaikan ini menggunakan konstruksi rigid pavement," jelas Juni Gultom.

Dia menambahkan, sebelum proses pengerjaan sementara ini jalan tersebut dibuka, namun dengan batasan tertentu.

"Berdasarkan hasil koordinasi antara Dinas PUPR Kobar, Polres, dan Dishub, pengguna jalan yang diperbolehkan melintasi ruas jalan sementara ini dibatasi hanya kendaraan dengan berat kendaraan plus muatan maksimal 6 ton," jelas Juni Gultom.

Juni Gultom menjelaskan, mulai sore tadi posko penjagaan bakal dibangun di sekitar Bundaran Tudung Saji dan arah Kecamatan Kotawaringin Lama.

"Posko tersebut dibangun untuk mengawasi jenis kendaraan dan muatan yang melintasi satu titik yang masih dalam kerusakan," jelasnya.

Sementara itu, Rudi Halim, rekanan PUPR Kalteng yang sebelumnya mengerjakan beberapa titik perbaikan di ruas jalan tersebut berharap bila nantinya bila nantinya proses lelang dan kontraktor pengerjaan jalan sudah ditentukan sesuai prosedur, agar diberikan waktu yang cukup untuk pengerjaan dan disesuaikan dengan kondisi cuaca.

"Karena kita lihat saja kondisi cuaca tahun lalu. Bahkan ruas jalan tersebut saat proses perbaikan sempat banjir. Untuk itulah harapannya lama pengerjaan juga bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca pada tahun ini. Itu sangat berpengaruh pada perbaikan jalan," jelas Rudi Halim. (WAHYU KRIDA/B-11)

Berita Terbaru