Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Tanah Datar Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

BLT Desa di Pulang Pisau Tetap Berlanjut

  • Oleh Asprianta
  • 02 Februari 2021 - 09:00 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemkab Pulang Pisau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mastikan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana Desa atau yang lebih dikenal BLT Desa akan dilanjutkan di tahun 2021. Besarannya Rp 300.000 per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Kemarin sudah diputuskan oleh Pak Presiden, bahwa jaring pengaman sosial masih seperti yang kemarin. Kementerian Sosial juga mengeluarkan Bantuan Sosial Tunai dengan basis data yang sudah dimiliki, dan dana desa juga masih digunakan sebagian untuk BLT dengan basis data yang sudah ada,” kata Kepala DPMD Pulpis Hj Deni Widanarni, Senin, 1 Februari 2021.

Ia mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan untuk penganggaran BLT Desa untuk 12 bulan selama tahun 2021.

Pihaknya juga akan segera mengeluarkan surat edaran kepada Kepala Desa agar pembahasan APBDes segera dilakukan, termasuk pengalokasian untuk BLT Dana Desa dengan basis data 2020.

"Di bulan Januari 2021, kami sudah meminta kepada seluruh desa untuk melakukan update data penerima BLT Dana Desa dengan basis data kemarin yang dilakukan verifikasi ulang, kemudian diputuskan lagi di Musyawarah Desa Khusus untuk menentukan penerima BLT tahun 2021. Dengan demikian nanti bisa diinformasikan berapa kira-kira penggunaan dana desa untuk BLT di 2021 dengan basis data real, tidak lagi asumsi,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan meminta Pemerintah Desa untuk mengaktifkan kembali pos dan relawan Covid 19 dalam rangka pencegahan penyebaran virus Corona itu di wilayah Desa.

Pihaknya berharap agar intruksi ini dapat dilaksanakan dalam upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid 19 di tingkat Desa.

"Kita pastinya berdoa agar penyebaran virus Corona ini capat berakhir. Oleh karena itu kita mengharapkan dukungan dan kerjasama pemerintah desa dalam memutuskan mata rantai penyebarannya," tutup Hj Deni. (ang)

Berita Terbaru