Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Penukal Abab Lematang Ilir Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Buaya Diduga Pemangsa Nayan Mati Tersangkut Pancing, Saat Perutnya Dibelah ini Isinya

  • Oleh Asprianta
  • 22 Februari 2021 - 00:00 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Seekor buaya yang diduga memangsa Nayan (47) warga Desa Paduran Sebangau Kecamatan Sebangau Kuala pada tanggal 12 Februari 2021 lalu, akhirnya tersangkut pancing yang dipasang BKSDA Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 16 Februari lalu.

Buaya itu ditemukan tersangkut alat pancing dalam keadaan mati pada Jumat, 19 Februari 2021 sekitar pukul 12.30 wib di muara sampang deretan aliran sungai (DAS) Sei Sebangau, tepat lokasi ditemukan potongan tubuh korban.

Tertangkapnya seekor buaya yang diduga telah memangsa Nayan (47) warga Desa Paduran Sebangau Kecamatan Sebangau Kuala diungkapkan Kapolres Pulang Pisau AKBP Yuniar Ariefianto melalui Kapolsek Sebangau Kuala melalui rilis yang dikirim whatsapp, Sabtu (20/2/2021).

"Benar Mas, perangkap yang dilakukan pasang BKSDA Kalteng telah kena," ucap IPDA Bimo.

Kapolsek Sebangau Kuala Ipda Bimo Setyawan, mengatakan buaya tersebut ditemukan dalam keadaan mati setelah terperangkap alat pancing yang di pasang BKSDA Kalimantan Tengah di DAS Sei Sebangau, tepatnya di muara sampang lokasi ditemukan potongan tubuh korban.

Bimo sapaan akrab Kapolsek Sebangau itu mengatakan, sebelum dilakukan pengangkatan buaya yang kena perangkap buaya (pancing), Tim melepaskan alat perangkap buaya, dan dilanjutkan pengangkatan buaya ke darat.

"Pada saat dilaksanakan pengangkatan buaya tersebut, kondisi buaya sudah dalam keadaan mati," katanya.

Selanjutnya, kata Bimo, dilakukan musyawarah antara kepala desa Paduran Sebangau dan BKSDA Kalteng dengan pihak keluarga korban apakah buaya yang sudah tertangkap dalam keadaan mati tersebut langsung dikubur atau dibelah perutnya.

”Pihak keluarga korban meminta untuk dilakukan pembelahan perut buaya. Setelah dibelah, tidak ditemukan potongan bagian tubuh korban yang disambar buaya melainkan ada potongan kepala babi, selanjutnya buaya tersebut dikubur,” ungkapnya. 

Bimo berharap dengan tertangkapnya buaya itu tidak ada lagi warga di sekitar lokasi warga Desa Paduran Sebangau yang disambar buaya.

Pihak keluarga korban pun merasa lega dan puas, serta menganggap hilangnya nyawa korban yang disambar buaya tersebut sudah terbalas walaupun pada saat dibelah tidak terdapat potongan tubuh korban yang disambar buaya.


TAGS:

Berita Terbaru