Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Depok Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemkab Gunung Mas Bahas Analisis Situasi Percepatan Penurunan Stunting

  • Oleh Anthoneal
  • 25 Februari 2021 - 00:50 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas  melalui Dinas Kesehatan serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) setempat yang tergabung dalam tim konvergensi percepatan penurunan stunting menggelar rapat aksi 1, yang membahas mengenai analisis situasi program penurunan stunting tahun 2021.

”Rapat ini membahas terkait analisis situasi, dan pemetaan program/kegiatan yang relevan pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Gumas Yansiterson, di Aula Kantor Bappedalitbang setempat, Rabu (24/2).

Dia mengatakan, analisis situasi program penurunan stunting bertujuan untuk membantu pemkab dalam menentukan program/kegiatan yang diprioritaskan alokasi, dan menentukan perbaikan manajemen layanan untuk meningkatkan akses rumah tangga 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) terhadap intervensi gizi spesifikasi dan sensitif.

”Dalam analisis situasi tersebut, akan dilakukan proses untuk mengidentifikasi sebaran stunting, cakupan intervensi, situasi ketersediaan program, serta praktek manajemen layanan di Kabupaten Gumas,” tuturnya.

Dia menuturkan, dalam melakukan analisis situasi penurunan stunting perlu perencanaan kebutuhan program/kegiatan yang baik, dan yang terpenting adalah ketersediaan program dan jenjang cakupan layanan, sehingga dapat menghasilkan beberapa rekomendasi.

”Pasti ada saja ketersediaan program/kegiatan bagus, namun cakupan layanan mungkin tidak. Begitu juga sebaliknya. Yang terbaik adalah, program/kegiatan dan cakupan layanannya bagus, sehingga akan melahirkan rekomendasi yang terbaik dalam analisis situasi penurunan stunting,” ujarnya.

Dalam aksi 1 terkait analisis situasi program penurunan stunting, lanjut dia, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni mengenai ketersediaan data yang diperlukan dalam analisis situasi, menganalisis penyebab kesenjangan cakupan layanan, ketersediaan program tahun berjalan untuk mengatasi kesenjangan cakupan layanan, kendala penyampaiaan layanan rumah tangga 1.000 HPK.

Lalu, mengindentifikasi kesenjangan dan kualitas aksebilitas data, menganalisis kendala koordinasi antara SOPD dengan desa/kelurahan dalam sinkronisasi penyelenggaraan intervensi, merumuskan rekomendasi aksi 1 dari hasil analisis situasi.

”Aksi 1 analisis situasi ini merupakan langkah yang sangat menentukan, karena akan menjadi bahan penting bagi kita untuk memasuki aksi 2, terkait program dan kegiatan. Aksi 2 tidak bisa muncul begitu saja, tanpa rekomendasi dari aksi 1 yang merupakan analisis situasi untuk penurunan stunting,” pungkasnya. (nth)

Berita Terbaru