Aplikasi Rekapitulasi Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Inilah Rencana Pola Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Utara

  • Oleh Ramadani
  • 28 Februari 2021 - 04:01 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), M Iman Topik, Sabtu 27 Februari 2021 memaparkan rencana pola ruang wilayah Kabupaten Barito Utara.

Pola ini yakni kawasan peruntukan lindung kurang lebih 50.062,53 hektare untuk kawasan peruntukan budidaya, kawasan hutan (HP, HPT dan HPK) kurang lebih 795.187,80 hektare.

Lalu kawasan pertanian, perikanan, hortikultura, perkebunan dan peternakan kurang lebih 143.949,23 hektare, kawasan pertambangan dan energi sekitar 6.967,32 hektare, kawasan Industri dan pariwisata sekitar 594,62 hektare dan kawasan permukiman sekitar 14.463,64 hektare.

Topik mengatakan rencana kawasan hutan yang masih bisa diperuntukkan sebagai kawasan budidaya seperti kawasan pertanian meliputi tanaman pangan sekitar 13.549,28 hektare, hortikultura sekitar 143,83 hektare, perkebunan rakyat sekitar 183.490,48 hektare.

“Selanjutnya perizinan perkebunan sekitar 74.072,52 hektare, kawasan pertambangan dan energi sekitar 282.048,73 hektare, kawasan pariwisata sekitar 15,53 hektare, dan kawasan permukiman kurang lebih 10.326,03 hektare,” tambahnya.

Rencana perwujudan sistem jaringan prasarana utama, sistem jaringan jalan peningkatan dan pengembangan ruas jalan nasional jalan Puruk Cahu Km 50 - batas Kota Muara Teweh sekitar 89,18 Km, batas Kota Muara Teweh – Benangin – Lampeong –Batas Provinsi Kaltim sekitar 131,80 Km, batas Kota Muara Teweh – Kandui – Patas – Ampah – Tamiang Layang – Pasar Panas (Batas Provinsi KalSel) sekitar 186,12 Km.

Peningkatan dan pengembangan ruas jalan provinsi, Simpang Batapah – Lemo – Muara Teweh sekitar 285,10 Km, peningkatan dan pengembangan jalan kabupaten tersebar di 9 kecamatan sekitar 253,49 Km.

Selanjutnya peningkatan dan pengembangan ruas jalan kabupaten jalan lokal primer tersebar di 9 kecamatan kurang lebih 615,51 Km serta peningkatan dan pengembangan jalan desa kurang lebih 250 Km.

Sementara untuk sistem jaringan transportasi peningkatan Bandara pengumpul di Bandara HM Sidiq Trinsing, pembangunan trase jalur kereta api (Puruk Cahu – Kecamatan Lahei – Kecamatan Teweh Baru – Kecamatan Gunung Timang – Batas Kabupaten Barito Selatan).

Penyediaan dan peningkatan prasarana Terminal Tipe A dan Tipe B di 9 lokasi, peningkatan skala pelayanan pelabuhan pengumpul dan pengumpan di delapan lokasi, peningkatan skala pelayanan pelabuhan penyeberangan di 4 lokasi serta pengembangan PLTMG di Karendan dan sekitarnya kurang lebih 405 hektare.

Berita Terbaru