Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Sabu Raijua Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Harga Cabai Rawit di Pasar Tamiang Layang Capai Rp 170 Ribu per Kilogram

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 01 Maret 2021 - 14:35 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Harga cabai rawit di Pasar Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur melonjak tinggi hingga mencapai Rp 170 ribu per kilogram.

Darmisi, pedagang sayuran di pasar tersebut menjelaskan bahwa harga cabai rawit dari pemasok asal Barabai Kalimantan Selatan sudah mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

"Dari sana sudah mahal, saya menjual cabai rawit Rp 170 ribu per kilo, sedangkan cabai jenis tiung Rp 150 ribu per kilo. Kalau cabai besar masih normal Rp 35 ribu per kilo," ujarnya, Senin, 1 Maret 2021.

Menurut Darmisi, dia menjual dengan selisih harga Rp 20 ribu per kilogram karena cabai tersebut bisa mengalami penyusutan hingga 1 ons per kilogram.

Pedagang sayuran yang lain bernama Tri, mengaku menjual cabai rawit dengan Rp 150 ribu per kilogram, sedangkan cabai jenis tiung dijual Rp 135 ribu per kilogram.

"Naik tinggi sejak satu minggu terakhir. Kalau normal biasanya Rp 100 ribu per kilo. Cuma itu aja yang naik, kalau sayuran lain masih normal," ungkap Tri yang juga membeli dari pemasok asal Barabai.

Berbeda dengan Darmisi dan Tri, Rahmadi yang juga berjualan sayur di Pasar Tamiang Layang menjual cabai rawit dengan harga yang jauh lebih murah. Pasalnya, dia mendapatkan cabai rawit dengan membeli langsung dari petani di desa-desa di Barito Timur.

"Saya langsung beli ke gunung, makanya bisa jual dengan harga Rp 120 ribu per kilogram," ungkap Rahmadi.

Kepala UPT Pasar Tamiang Layang, Tenny, saat ditemui di kantornya membenarkan terjadinya lonjakan harga cabai rawit dan tiung. Dia menilai kenaikan itu dipicu banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan terutama Kabupaten Hulu Sungai Tengah beberapa waktu lalu.

"Pemasok sayur kita kan paling banyak dari sana dan akibat banjir kemarin mungkin banyak tanaman cabai yang rusak. Harga di pedagang pasar juga berbeda-beda tergantung harga kulakannya," jelas Tenny.

Berita Terbaru