Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pesisir Selatan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kuasa Pendamping Pemilik Sertifikat di Hiu Putih Penuhi Panggilan Polda Kalteng

  • Oleh Parlin Tambunan
  • 03 Maret 2021 - 06:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Men Gumpul Cilan Muhammad, merupakan kuasa pendamping  pemilik sertifikat atas nama Suratno, Dilar dan Suparno di Jalan Hiu Putih wilayah Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya memenuhi panggilan Ditreskrimsus Polda Kalteng guna memberikan keterangan terkait postingan di Akun Facebook-nya.

Pemanggilan tersebut menyusul adanya laporan pada 8 Februari 2021 ke Polda Kalteng dari seorang perempuan NL warga Jalan Hiu Putih  dengan tuduhan dugaan pencemaran nama baik dan UU ITE.

Men Gumpul menjelaskan, status di Facebook miliknya yang ia tulis tersebut sebenarnya berupa larangan saja, namun menanggapinya berbeda.

"Saya saat itu menulis di Akun Facebook saya menyatakan bahwa tanah di Jalan Hiu Putih itu yang mereka bangun di atas tanah saudara Suratno, Suparno dan Dilar dengan bukti kepemilikan yang sah dan resmi dikeluarkan oleh pemerintah berupa sertifikat," kata Men Gumpul saat ditemui usai pemeriksaan, Selasa 2 Maret 2021.

Sementara lanjut Men Gumpul, mereka (pihak lawan, red) mengklaim bahwa  tanah yang ia bangun itu diakui miliknya yakni atas dasar dan bukti surat vegklaring.

"Kemudian saya tulis kembali di Akun Facebook saya bahwa vegklaring yang mereka gunakan untuk menyerobot tanah milik orang lain yang sudah bersertifikat itu diduga palsu atau rekayasa," ucapnya.

Dari itulah kata Men Gumpul dirinya  dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Kalteng. Namun dengan adanya laporan itu lanjut Men Gumpul, semoga permasalahan yang selama ini terjadi bisa menjadi terang benderang.

"Saya meminta saat itu kepada penyidik agar menyita vegklaring sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan. Karena dari vegklaring itulah awal permasalahan," tegasnya.

Untuk diketahui lanjut Men Gumpul, sebelumnya sengketa tanah diwikayah tersebut sudah lama berlangsung hingga ke Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Saat itu, kelompok Ronggo Warsito membuka lahan awal yang memiliki sertifikat melawan surat vegklaring di Pengadilan Negeri dimenangkan kelompok Ronggo Warsito yang diwakili 5 orang pemilik sertifikat pada 19 November 2014

Berita Terbaru